Kamis, 11 Juli 2013

Pengaruh Pertambangan Terhadap Mutu Pendidikan Masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN
           A.    Latar Belakang
Secara alamiah sumber  daya  manusia  dan  sumber  daya  alam  pada  suatu  daerah  atau  wilayah  dapat  muncul  secara  bersamaan  atau  tidak  bersamaan.  Hal  ini  bergantung dari kultur sosial budaya masyarakat  setempat  termasuk kerakteristik perilaku masyarakt setempat secara turun temurun serta kondisi geografis alam sekitar. 
Namun kedua sumber daya pendukung pembangunan  tersebut  memiliki  sifat yang  sangat  berbeda  satu  dengan  yang  lainnya yang maksudnya bahwa  peningkatan  sumber  daya  manusia  dapat  di peroleh dengan  pendidikan, pelatihan  dan  keterampilan  dalam  jangka  waktu   yang relatif tidak lama, dan sumber  daya  alam  sangat  tidak  memungkinkan  untuk  diperbaharui dalam  waktu  singkat.
            Misalnya  barang  tambang  seperti  emas, tembaga, minyak  bumi  dan  lain  sebagainya. Ia  hanya  dapat  terbentuk  setelah  mengalami  proses  alamiah  dalam  kurun  waktu  beribu-ribu  atau  bahkan  berjuta-juta  tahun.
            Indonesia  sebagai  salah satu Negara  yang  terdiri  dari  beribu-ribu  pulau  merupakan  Negara  yang  kaya  dengan  sumber  daya  alamnya. Sumber  ini  merupakan  pemberi  kontribusi  yang  sangat  berarti  bagi  pembangunan  yang  dilaksanakan  bangsa  Indonesia  dalam  upaya  mensejahterakan  rakyat.
            Melalui  kegiatan  usaha  pertambangan, pemerintah  berupaya  memajukan  perkembangan  ekonomi  rakyat  dengan  meningkatkan  kegiatan  eksplorasi  dan  pengembangan  sumber  daya  alam  sehingga  dapat  menciptakan  pusat-pusat  pertumbuhan  bagi  pembangunan  daerah, meningkatkan  pendapatan  masyarakat, menciptakan  kesempatan  kerja  yang  lebih  banyak, mendorong  dan  mengembangkan  usaha  setempat  serta  upaya  transformasi  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  canggih  untuk  pembangunan  selanjutnya.
                  Salah satu  daerah  yang  kini  terkenal  karena  sumber  daya  alam  yang  dimilikinya  adalah  Nusa  Tenggara  Barat  dengan  dibangunnya  tambang  emas  dan  tembaga  yang  terletak  di  Batu  Hijau  Desa  Sekongkang, Kecamatan  Pembantu  Sekongkang  Kabupaten  Sumbawa Barat  yang  merupakan  salah  satu  pertambangan  emas  terbesar  di  dunia  dengan  jumlah  kandungan  tembaga  sebesar  7,25  juta  ton  dan  kandungan  emas  sebesar  16,5  juta  ons.
            Berdasarkan kondisi yang terjadi maka mahasiswa mencoba untuk mengukur sebarapa peran tambang terhadap kehidupan masyarakat dibidang pendidikan dan teknologi, hal ini yang melatar belakangi mahasiswa mencoba mengukur seberapa pentingnya dan bertumbuhnya ekonomi masyarakat.
  Dibangunnya  pertambangan  dengan  segala  aktivitasnya   sudah  tentu  ditujukan  bagi  peningkatan  kasejahteraan  masyarakat  secara  umum, lebih-lebih  masyarakat  yang  berada  di sekitar  tambang  tersebut. Hanya  saja  mengingat  masyarakat  di lokasi  pertambangan  tersebut  merupakan  masyarakat  yang  sebelumnya  termasuk  cukup  terisolir  dari  pembangunan, maka  pembangunan  tambang  tersebut  akan  menimbulkan  dampak  sosial  dan  budaya  bagi  masyarakat. Pendapat  ini  didasarkan  pada  asumsi  bahwa  pembangunan  itu  merupakan  proses  perubahan sehingga  setiap  perubahan  pasti  akan  menimbulkan  efek  sampingan  baik  dari  sisi  negatif  maupun  positifnya.
            Fungsi  pemberian  pendidikan bukan  sepenuhnya  dan  tidak  mungkin  diserahkan  sepenuhnya  kepada  lembaga  persekolahan sebab  pengalaman  belajar  pada  dasarnya  bisa  diperoleh  disepanjang  hidup  manusia,  kapanpun  dan  dimanapun  termasuk  juga  di  lingkungan  keluarga.
             Lingkungan keluarga merupakan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan. Juga dikatakan lingkungan utama, karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga., sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga. 
B. Fokus Investigasi dan Rumusan Masalah
Berangkat  dari  pemikiran  latar belakang di  atas  penulis  akan  mengemukakan  permasalahan yang  akan  menjadi  bahan  acuan  dalam  penelitian  ini yaitu:
“ Apakah  ada  Pengaruh pertambangan  Terhadap  Peninggkatan  Mutu  Pendidikan dan teknologi terhadap kehidupan masyarakat ? ”
C. Tujuan investigasi
 Berangkat  dari  rumusan  masalah  di  atas  maka dapat  dirumuskan  tujuan  penelitian  yaitu : Untuk  mengetahui  pengaruh pertambangan terhadap  peninggkatan  mutu  pendidikan  dan teknologi.
D. Landasan Teori
 Menurut penelitian, terdapat korelasi yang tinggi antara kedudukan sosial seseorang dengan tingkat pendidikan yang ditempuhnya. Meskipun tingkat pendidikan sosial seseorang tidak bisa sepenuhnya diramalkan melalui kedudukan sosialnya, namun pendidikan sosial yang tinggi sejalan dengan kedudukan sosial yang tinggi pula.Anak golongan rendah kebanyakan tidak melanjutkan studinya hingga ke perguruan tinggi. Sedangkan orang golongan tinggi cenderung menginginkan anaknya untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Hal tersebut terjadi karena faktor biaya pendidikan yang tergolong mahal.Golongan Sosial dan Jenis Pendidikan.
 Golongan sosial juga menentukan jenis pendidikan yang dipilih oleh orang tua siswa. Umumnya, anak-anak yang orang tuanya mampu, cenderung menyekolahkan anaknya di sekolah menengah umum sebagai persiapan studi di universitas. Sedangkan orang tua yang memiliki keterbatasan keuangan, cenderung memilih sekolah kejuruan bagi anaknya. Dapat diduga bahwa sekolah kejuruan lebih banyak menampung siswa golongan rendah daripada golongan tinggi. Karena itulah dapat timbul pendapat bahwasanya status sekolah umum lebih tinggi daripada sekolah kejuruan. Siswa sendiri cenderung lebih memilih sekolah menengah umum daripada sekolah kejuruan. Sekalipun sekolah kejuruan dapat memberikan jaminan yang lebih baik untuk langsung terjun di lapangan pekerjaan.
 Dalam sistem stratifikasi sosial terbuka (opened social stratification), seseorang dapat melakukan perpindahan dari status rendah ke status tinggi maupun sebaliknya. Perpindahan status ini disebut dengan mobilitas sosial.Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk melakukan mobilitas sosial tersebut. Pendidikan dipandang sebagai sebuah kesempatan untuk beralih dari suatu golongan ke golongan yang lebih tinggi. Pendidikan secara merata memberi kesamaan dasar pendidikan dan mengurangi perbedaan antara golongan tinggi dan rendah.
            Menurut Beteille, pendidikan merupakan sesuatu hal yang sangat berharga karena dapat memberikan akses untuk jabatan dengan bayaran yang lebih baik. Banyak contoh yang dapat diamati tentang seseorang yang statusnya meningkat berkat pendidikan yang ditempuhnya. Pada jaman penjajahan Belanda misalnya, orang yang mampu menyelesaikan pendidikannya di HIS (Hollands-Indlandsche School) mempunyai harapan untuk menjadi pegawai dan mendapat kedudukan sosial yang terhormat. Terlebih jika ia berhasil lulus MULO (Meer Uitgebreid Lager Oderwijs), AMS (Algemene Middlebare School), atau perguruan tinggi, maka semakin besar peluangnya mendapatkan kedudukan yang baik dan masuk golongan sosial menengah atas.
            Keberadaan wahana-wahana edukasi dan sistem pembelajaran berbasis teknologi ini tentu membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Terutama untuk wahana-wahana edukasi teknologi yang akan meningkatkan daya serap siswa akan ilmu yang dipelajari. Namun untuk mencoba wahana-wahana edukasi berbasis teknologi, para pelajar ini harus mengunjunginya di taman rekreasi yang harga tiketnya tidak bisa dibilang murah. Selain itu keberadaannya hanya tersebar di beberapa kota besar saja sehingga tidak semua siswa bisa mencobanya.
Inovasi baru perlu dilakukan untuk mengatasinya dengan menghadirkan wahana-wahana berbasis teknologi ini di sekolah-sekolah atau minimal di tiap-tiap kota. Mungkin ini akan memakan biaya yang cukup besar, namun terkadang investasi dengan dana besar diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
            Keberadaan wahana-wahana edukasi yang berbasis teknologi ini tentu akan membuat siswa semakin semangat dalam belajar. Dan jika inovasi tersebut dijalankan, maka tiap siswa di seluruh wilayah bisa memanfaatkan fasilitas wahana edukasi tersebut dengan maksimal. Selain itu, siswa juga bisa mengisi hari liburnya dengan mengunjungi wahana-wahana edukasi ini.
            Tentu ini lebih bermanfaat dibandingkan tempat-tempat wisata lainnya.Dengan banyaknya teknologi-teknologi yang bisa digunakan untuk wahana dan media pembelajaran, tentu kita berharap agar dunia pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Diharapkan dengan wahana-wahana rekreasi dan wisata yang berbasis edukasi dan sistem pembelajaran yang lebih modern tersebut dapat mencetak individu-individu yang pintar, cerdas, kreatif, dan berkarakter. Dan harapannya tentu saja untuk mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih cerah dengan teknologi yang ada dan terus berkembang ini.
            Kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah -kekayaan laut, hutan, bahan tambang, dan minyak- tidak serta merta dapat dinikmati untuk kesejahteraan rakyatnya. Hal itu hanya menjadi dongeng kebanggaan yang diajarkan untuk murid-murid sekolah dasar. Beberapa bulan yang lalu sedang ramai tentang kasus ladang minyak Blok Cepu yang telah dikuasai Exxon mobile dan tambang emas di Papua yang telah dikuasai oleh Freeport. Betapa banyak elemen masyarakat yang menginginkan agar kekayaan alam bangsa kita agar dikelola oleh industri dalam negeri. Tetapi, salah satu alasan yang diajukan pemerintah adalah bahwa industri teknologi kita belum mampu mengelola pertambangan-pertambangan tersebut.
            Negara kita pun dibanjiri produk-produk teknologi dari luar negeri. Produk-produk elektronika dan otomotif membanjiri pasar Indonesia. Para kapitalis global tertawa di balik layar melihat masyarakat kita berbondong-bondong menyerbu produk-produk mereka. Lihat saja setiap launching prosuk handphone terbaru, masyarakat mengantri untuk mendapatkan produk tersebut.
            Dari uraian di atas, kita menyadari bahwa negara kita masih lemah dalam penguasaan teknologi. Dalam setiap periode pemerintahan, teknologi seringkali dipandang sebelah mata.
            Industri berbasis teknologi di Indonesia pun sulit bersaing dengan produk-produk luar negeri. Dukungan pemerintah terhadap industri teknologi nasional sangat minim. Pasca krisis moneter 1998, pemerintah mulai meninggalkan beberapa industri teknologi strategis nasional yang sebelumnya telah dibangun, kasus IPTN misalnya.
            Secara kualitas SDM, bangsa kita memiliki banyak tenaga ahli. Mereka aset-aset bertebaran, dan seringkali direkrut oleh perusahaan asing di dalam dan di luar negeri. Belum lagi beberapa tahun terakhir, beberapa anak bangsa sering menjuarai kompetisi ilmiah internasioanal, seperti olimpiade fisika dan kimia.
            Kini saatnya kita mulai melirik bisnis teknologi. Teknologi sangat berperan terhadap kemajuan suatu bangsa, jangan sampai 220 juta rakyat Indonesia hanya menjadi penonton kekayaan alamnya dipanen oleh bangsa asing.
Peran bersama pemerintah, industri, dan institusi pendidikan (perguruan tinggi) perlu dikembangkan. Selama ini ketiga sektor tersebut seolah berjalan sendiri-sendiri. Riset-riset perguruan tinggi dan lembaga riset pemerintah jarang dipakai untuk industri dan hanya menumpuk di perpustakaan. Inovasi teknologi Industri pun sangat minim, akibatnya sulit bersaing dengan produk luar. Pemerintah harus membuat kebijakan yang dapat memproteksi industri dalam negeri memasuki era perdangan bebas. Kalau dilepas begitu saja, jelas industri kita akan kalah bersaing dengan produk-produk luar.
            Teknopreneurship perlu digalakan pada mahasiswa di universitas teknologi. Teknopreneur adalah pengusaha yang memanfaatkan teknologi untuk mengerjakan sesuatu yang baru (inovasi) atau menemukan teknologi sebagai basis untuk mengembangkan usahanya. Dengan ini, para lulusan perguruan tinggi tidak usah menjadi agen-agen perusahaan asing.
            Selain itu perlu dibangun Technology Park, suatu kawasan untuk menghasilkan produk, perawatan, inovasi dan transfer teknologi. Kawasan ini menjadi area riset sains dan teknologi, industri, dan bisnis berbasis teknologi. Kawasan ini terdiri dari universitas teknologi dan industri.
            Kebijakan dan anggaran pemerintah untuk riset dan pengembangan teknologi sangat dibutuhkan. Selama ini, anggaran pemerintah kita untuk riset teknologi sangat minim, bahkan lebih rendah daripada anggaran riset sebuah perusahaan asing.
            Investasi teknologi sangat menjanjikan untuk jangka waktu panjang. Dengan teknologi, pengelolaan kekayaan alam Indonesia bisa lebih optimal. Kekayaan alam yang dikandung di bumi Indonesia benar-benar akan dinikmati dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.
E. Kegunaan Investigasi
Kegunaan penelitian terdiri dari dua macam yaitu kegunaan teoritis dan kegunaan praktis. Adapun hasil penelitian ini nantinya diharapkan mempunyai kegunaan sebagai berikut
1.    Secara  Teoritis
Hasil  penelitian  ini  sebagai  tambahan  ilmu  pengetahuan  bagi  peneliti  khususnya dan  pembaca  umumnya  mengenai  Pengaruh  yang  ditimbulkan  oleh  adanya pertambangan terhadap  peninggkatan  mutu  pendidikan dan teknologi
2.    Secara  praktis
Hasil  yang  diperoleh  dari  penelitian  ini  diharapkan  dapat  berguna  dan  bermanfaat  bagi  pengembangan  aktivitas  pendidikan dan teknologi.
Hasil  yang  diperoleh  dari  penelitian  diharapkan  dapat  digunakan  sebagai  tambahan  informasi  bagi  pihak-pihak  yang  berkepentingan  dalam  menentukan  kebijakan–kebijakan  yang  terkait  dengan  masyarakat  yang  berada  di sekitar  Tambang.
 
BAB II
METODE PENGUMPULAN DATA
A.    PENDEKATAN DAN JENIS INVESTIGASI
Pendekatan yang digunakan utuk memperolehdata tentang masalah yang ingin dipecahakan, atau cara yang harus ditempu untuk mengumpulkan data-data yang akurat dan tepat pada sasaran dengan dilakukan wawancara dengan masyarakat terkain masalah yang dihadapi dalam pendidikan setalah adanya pertambangan yang berkembang, hal yang dilakukan yaitu :
a. Wawancara dengan 4 narasumber dari kalangan yang berbedah profesi.
b. Wawancara dengan masyarakat yang tidak awam dengan pendidikan.
c. Wawancara dengan anak sekolah yang baru saja lulus SD.
d. Wawancara dengan siswa yang berhenti sekolah.
B.     KEHADIRAN INVESTIGASI
Invastigas dilakukan oleh beberapa pihak yang mendapat kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.adapun pihak-pihak itu adalah :
1. Mahasiswa sabanya 7 orang
2. Didamping oleh beberapa asisten dosen.
3. masyarakat setempat tempat mahasiswa melakukan investigasi.
4. Aparat dasa, dalam hal ini kepala desa setempat.
C.    LOKASI INVESTIGASI
Adapun lokasi pengumpulan data yaitu :
Desa                            : Pelangah
Dusun                          : Tugu Sumut
Kecamatan                  : Sekotong
Kabupaten                   :  Lombok Barat
Propinsi                       : Nusa Tenggera Barat
Waktu setempat          : 11.10 Wit
                        Lokasi tersebut dipilih karena sesuai dengan keadaan yang harus ditelusuri oleh para pengopservasi, tempat yang dekat denga lokasi sekolah dan jumlah masyarakat yang lebih banyak, atau lokasi penduduk yang cukup padat dan memiliki pendidikan tang cukup baik dari daerah yang lain, dalam han ini daerah sekitar tempat dilakukan observasi.
D.    SUMBER DATA
Sumbar data yang kami kumpulkan semua berasal dari masyarakat yang terkait dengan rumusan masalah pengopsevasi, dalam hal ini dakah masyarakt terkait yanghidup didaerah tambang dan pekerja tanbang sendiri.
E.     PROSEDUR PENGUMPULAN DATA
            Prosedur pengumpulan data dimulai dari adanya masalah dan maslah yang dihadpi itu yang akan dicarikan penyelasian atau memecahkan masalah itu, dengan mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan bagimana masalah terait dapat diselasaikan.
Pada masalh ini, yang dilakukan yaitu :
Ø   Wawancara dengan 4 narasumber dari kalangan yang berbedah profesi.
Ø   Wawancara dengan masyarakat yang tidak awam dengan pendidikan.
Ø   Wawancara dengan anak sekolah yang baru saja lulus SD.
Ø   Wawancara dengan siswa yang berhenti sekolah.
F.     ANALISIS DATA
Analisis data dilakukan dengan membandingkan perkembangan masyarakat sebelum dan sesudah adanya tambang, dengan menggunakan lembaran observasi, dari lembaran itu dapat dilihat adanya pengaruh pertamngan atau tidak ada sama sakali.
Tabel hasil observasi
LEMBAR EVALUASI PENGUMPULAN DATA
Keterangan :
1 = sangat kurang                                2 = kurang
3 = Cukup                                           4 = Baik          5 = Sangat Baik
  No
Jenis Evaluasi
Hasil
Skor


ya
Tidak
1
2
3
4
5
1
Sebelum Ada Tambang







a. Pendidikan





b. Teknologi





c.  Kualitas pendidikan





d. Kualitas teknologi





e. Fasilitas





2
Sesudah Ada Tambang







a. Pendidikan





b. Teknologi





c. Kualitas pendidikan





d. Kualitas teknologi




e. Fasilitas






            Dari data yang terpapar diatas dapat dikatakan ada perubahan yang paling signifikan dan perubaha itu sengat terlihat dimana adanya perbedaan yany besar dan mungkin saja perbdaan itu terjadi pada sebelum dan sesudah adanya tambang dan untuk membahas hasil analisis ini dapat dilihat pada pembahasan yang akan akan memperjalas semuatentang data diatas.
G.    TAHAP – TAHAP INVESTIGASI
            Tahap yang dilakukan yaitu Mencari lokasi yang berkaitan dengan masalah dan melakukan pengamatan dan kemudian pengamatan itu dipastikan dengan hasil wawancara dengan sumber yang terkait
BAB III
PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL INVESTIGASI
Setalah melakukan isvestigasi,maka data yang kami peroleh ini akan mrmjadi pedoman untuk menjawab rumusan masalah yang sudah dibuat, dengan data ini juga dapat membuktikan adanya pengaru yang jelas dan pasti untuk ditindak lanjuti dengan carah-carah yang praktis yang mengubah kwalitas daerah atau masyarakat setempat.
            Data- data wawancara yang sudah dilakukan terteram dalan bentuk tabel,dengan tujuan supaya mudah untuk diklasifikasikan, data wawancara adalan sebagai berikut : 
No
Nama
Rekapan Jawaban Sementara
1
Juma,ah
-          Pendidkan terakhir SD
-          Pekerjaan tani
-          Mangakui bahwa tambang dapat meningkatkan kehidupan masyaraka.
-          Pendidikan tidah menjadi utama lagi
-          Ekomomi masyarakat meningkat
-          Teknologo meningkat
-          Sekolah sudah mengalami perubahan tetapi anak-anak lebih berminat jadi penambang
-          Fasilitas hidup sangat baik dan sangat meningkat.
-          Kemajuan cukup terlihat dan cukup berpengaru bagi masyarakat.
-          Anak- anak rata-rata lulus SD saja.
-          Kwalitas pendidikan sangatrendah dan anak-anak tidak prioritaskan pendidikan
-          Masalah yang timbul yaitu kemalasan anak-anak untuk sekolah dan lebih tertarik pada tambang.
2
Halim
-          masalah yang timbul adalah masalah kesehatan dan kebersiha.
-          tingkat penghasilan meningkat
-          pendidikan hampir tidak manjadi priorits lagi.
-          Pendidkan terakhir SD
-          Pekerjaan pengurus mesjid
-          Mangakui bahwa tambang dapat meningkatkan kehidupan masyaraka.
-          Pendidikan tidah menjadi utama lagi
-          Ekomomi masyarakat meningkat
-          Teknologo meningkat
-          Sekolah sudah mengalami perubahan tetapi anak-anak lebih berminat jadi penambang
-          Fasilitas hidup sangat baik dan sangat meningkat.
-          Kemajuan cukup terlihat dan cukup berpengaru bagi masyarakat.
-          Anak- anak rata-rata lulus SD saja.
-          Kwalitas pendidikan sangatrendah dan anak-anak tidak prioritaskan pendidikan
-          Masalah yang timbul yaitu kemalasan anak-anak untuk sekolah dan lebih tertarik pada tambang.

3
Sarimah
-          masalah yang timbul adalah masalah kesehatan dan kebersiha.
-          tingkat penghasilan meningkat
-          pendidikan hampir tidak manjadi priorits lagi.
-          Pendidkan terakhir SD
-          Pekerjaan pedagang
-          Mangakui bahwa tambang dapat meningkatkan kehidupan masyaraka.
-          Pendidikan tidah menjadi utama lagi
-          Ekomomi masyarakat meningkat
-          Teknologo meningkat
-          Sekolah sudah mengalami perubahan tetapi anak-anak lebih berminat jadi penambang
-          Fasilitas hidup sangat baik dan sangat meningkat.
-          Kemajuan cukup terlihat dan cukup berpengaru bagi masyarakat.
-          Anak- anak rata-rata lulus SD saja.
-          Kwalitas pendidikan sangatrendah dan anak-anak tidak prioritaskan pendidikan
-          Masalah yang timbul yaitu kemalasan anak-anak untuk sekolah dan lebih tertarik pada tamban
4
Ahmad
-          masalah yang timbul adalah masalah kesehatan dan kebersiha.
-          tingkat penghasilan meningkat
-          pendidikan hampir tidak manjadi priorits lagi.
-          Pendidkan terakhir SD
-          Pekerjaan tambang, bekerja ditambang setalah lulus SD karena malas sekolah dan lebih sukacari uang lewatkerja dipertambangan.
-          Mangakui bahwa tambang dapat meningkatkan kehidupan masyaraka.
-          Pendidikan tidah menjadi utama lagi
-          Ekomomi masyarakat meningkat
-          Teknologo meningkat
-          Sekolah sudah mengalami perubahan tetapi anak-anak lebih berminat jadi penambang
-          Fasilitas hidup sangat baik dan sangat meningkat.
-          Kemajuan cukup terlihat dan cukup berpengaru bagi masyarakat.
-          Anak- anak rata-rata lulus SD saja.
-          Kwalitas pendidikan sangatrendah dan anak-anak tidak prioritaskan pendidikan
-          Masalah yang timbul yaitu kemalasan anak-anak untuk sekolah dan lebih tertarik pada tamban
5
Ibu Ahmad
-          Pendidkan terakhir SD
-          Pekerjaan ibu rumah tangga
-          Mangakui bahwa tambang dapat meningkatkan kehidupan masyaraka.
-          Pendidikan tidah menjadi utama lagi
-          Ekomomi masyarakat meningkat
-          Teknologo meningkat
-          Sekolah sudah mengalami perubahan tetapi anak-anak lebih berminat jadi penambang
-          Fasilitas hidup sangat baik dan sangat meningkat.
-          Kemajuan cukup terlihat dan cukup berpengaru bagi masyarakat.
-          Anak- anak rata-rata lulus SD saja.
-          Kwalitas pendidikan sangatrendah dan anak-anak tidak prioritaskan pendidikan
-          Masalah yang timbul yaitu kemalasan anak-anak untuk sekolah dan lebih tertarik pada tambang.
BAB IV
PEMBAHASAN
Dizaman yang modern ini teknologi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan pendidikan. Teknologi bisa digunakan oleh semua golongan di dunia pendidikan jika kita mau mempelajari dan mencoba semua jenis teknologi.
 Didalam  dunia  pendidikan  pastinya  kita  membutuhkan informasi  pengetahuan / wawasan pengetahuan  kita bisa menggunakan internet  untuk mencari informasi itu  tujuannya kita bisa mempunyai pengetahuan yang lebih luas baik dibidang komputer, IPA, IPS maupun yang lainnya. Mungkin kita ingin menguji kemampuan  pikir kita dengan mengikuti ajang perlombaan untuk mencari informasi perlombaaan yang akan diadakan kita bisa  menggunakan suatu jenis informasi yang ada di dalam internet. Kita juga bisa mengirimkan hasil tugas kita kepada guru dengan menggunakan internet serta mendapatkan  kenalan teman dari sekolah lain untuk bertukar informasi cara belajar yang baik dan efisien. Tetapi berkembangnya teknologi internet yang bisa membantu guru mengawasi cara belajar siswa maupun informasi pendidikan yang bisa disalurkan / diberikan pada siswanya tidak diimbangi kemampuan guru dalam mengoprasikan / menggunakan internet ( tidak semua guru ). Keinginan saya mereka diberikan waktu khusus untuk belajar  menggunakan internet / seminar selama beberapa hari untuk belajar hal tersebut.
Komputer bisa digunakan oleh kita untuk membuat tugas baik tugas berupa dokumen, tabel, data, mempresentasikan tugas, mendata siswa yang tidak masuk dan lain- lain. Maka marilah kita menggunakan teknologi yang ada dengan sebaik-baiknya demi kemajuan pendidikan kita.
Berdasarkan hasil yang sudah dikumpulkan dan sudah ditinjau dapat dikatakan pendidkan seharusnya penting dan sangat memiliki peranan yang sangat besar dalam peningkatan sumberdaya manusai SDM, khususnya bagi daerah tambang dengatujuan membatasi orang asing masuk dan mnguasai petambangan yang sedang berkembang dan sengat memprngaruhi kehidupan masyarakat.
Daerah skotong memang sangat basar potensi tambangnya, tetapi SDM sangat rendah, dimana pendidikan tidah ladi prioritas bagi anak-anaj, tataoi yang terpenting adalan bagaimana menghasilkan uang dan bagaimana dapat menyenangkan hidup mereka sendiri, atau bagaimana disa mengikuti perkembangan jaman tanpa harus terikat  pendidikan,
Hal- hal yang terlihat dalam wawacara yang dilakukan yaitu :
Ø  Dari Sisi Positif
*      Secara keseluruhan baik adanya tambang, dengan ditunjukan adanya perekonomian yang baik atau berubah kearah yang lebih layak.
*      Teknologi sengat baik, dengan adanya kemajuan yang cuku baik, alat elektronik sudah tidak asing lagi bagi masyarakat.
*      Fasilitas  lebis baik dan lebih mudah mencari uang.
*      Teknologi semakin canggih dan kebutuhan hidup bisaterpenuhi dengan baik.
*      Kesulitan bisa teratasi
*      Keamanan lebih bai, kerena mudah dapat lapangan kerja
*      Sanbang dan papan sudah cukup baik.
*      Angka kemiskinan semakin menurun.  
 Ø  Dari Sisi Negatif
v  Pendidkan sangat rendah.
v  Kwalitas pendidikan sangat memprihatinkan
v  Gaya hidup masyarakat ridah lagi alami, kesehatan menuruk karena limbah tambang
v  Antara pndidikan dan telnologi tidak lagi imbang,
v  Kesulitan pendidikan tidak ada karena anak tidak tertarik pada pendidikan.
v  Fasilitas pendidikan tidak dimanfaatkan dengan baik
v  Jumlah pelajar semakin kurang
v  Masyarakat tara-rata tidaksekolah dan hanya lulus SD dan SMP saja
v  Prioritas studi tidak ada.
Dari dua sisi tersebut semakin memperjalas bahwa memang ada pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat, tetapi kehidupan semakin memburuk dan tudak terlalu memberikan efek yang baikserta hanya berpengaruh hanya pada keadaan tertentu saja,
Dari semua data yang dikumpulkan maka dapat dijelaskan analisi data lewat lembar observasi yang sudah diisi berdasarkan kenyataan yang dihadapi dilapangan dan kemungkinan yang sangat berpeluang adalan studi tidak lagi penting dan uang sudah menjadi prioritas anak –anak, sehingga kwalitas studi di Skotong sangat rendah, semuadapat dilihat pada lembar observasi yang sudah dilengkapi dengan penjelasan keterangan.
Berdasarkan narasumber yang diwawancarai, mejelaskan juga, kalaw mamang keadaan ini berudah setelah adanya tambang dan masyarakat membutukan perhatian dibidang pendidikan supaya anak- anak mereka tidak menjadi anak- anak yang kwalitas pendidikan rendah dan tidak mampuh bersaing dibidang pendidikan dan dunia global. 
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
            Setelah melakukan pengamatan dan wawancara yang sudah terlaksana maka hopotesis semakin jelas bawah ada pengaru tambang pada kehidupan masyarakat yang sedang berkembang dan pengaru itu dapat dikatakan ada 2 pengaruh yaitu pengaruh positif dan negatif.
v  Pengaruh positifnya adalah, teknologi senakin maju dan masyarakan mengikuti perkenbangan moernisasi serta perekonomian juga semakin meningkat dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dengan baik.
v  Pengaruh negatif adalah, paling kelihatan pada penurunan kwlitas pendidkan, dimana sebelum ada tambang banyak anak yang lulus SMP, SMA dan mash ada beberapa yang kuliah, tetapp setalah ada tambang banyak anak yang lulus SD trus bekerja dipertambangan tersebut dan tidak mengutamakan studi lagi. 
Saran
Saran dari kelompok kami, sebaiknya ada format identifikasih masalah yang jelas dan dapat dipertanyakan dengan baik serta mengkoordinis berjalannya wawancara dengan baik, pengalan mempelajari hidup penambang memang sangatbaik dan memberikan pandangan yang baru pada mahasiswa.
DAFTAR PUSTAKA
http://artikelsobat.blogspot.com/2013/03/kumpulan-artikel-teknologi-hubungan.html
http://grafiensehat.blogspot.com
 http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1990217-pencemaran-suara/#ixzz1bat13bXZ    
http://id.wikipedia.org/wikizdvn   
 id.wikipedia.org/    
Bachri, Moch. 1995. Geologi Lingkungan. CV. Aksara, Malang. 112
Santiyono, 1994. Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum, penerbit Erlangga
Soekarto. S. T. 1985. Penelitian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhatara Karya Aksara, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Makasih Udah Kunjungi Blog Saya :)
"Smoga Postting ini Bermanfaat"