Selasa, 09 Juli 2013

Analisis Konsep Materi Sistem Koloid

ANALISIS KONSEP KIMIA
MATERI SISTEM KOLOID
No.
Label Konsep
Definisi Konsep
Jenis Konsep
Atribut Konsep
Kedudukan Konsep
Contoh
Non Contoh
Atribut Kritis
Atribut Variabel
Sub Ordinat
Koordinat
Super Koordinat
1
Sistem dispersi
Penyebaran merata zat terdispersi ke medium pendispersi
Konsep abstrak
Zat terdispersi, medium pendespersi
Jenis larutan
koloid
larutan
campuran
Gula, pasir, susu bubuk ditambahkan ke dalam air
NaOH atau HCl ditambahkan dengan air
2
Koloid
Campuran heterogen yang terdiri dari fase pendispersi dan fase terdispersi
Konsep abstrak dengan contoh konkrit
Campuran heterogen, fase pendespersi, fase terdispersi
Jenis fase pendispersi
Pengelompokkan sistem koloid
Suspensi, larutan sejati
campuran
Susu, santan, mentega
Lumpur
3
Pengelompokan sistem koloid
Kombinasi campuran, fase zat
Konsep konkrit
Camouran, fase zat
Jenis pendispersi, fase terdispersi
Sifat-sifat koloid
larutan
campuran
Sol, aerosol, emulsi, buih
Mentega, hairspray, buih
4
Penerapan koloid
Aplikasi koloid dalam kehidupan
Konsep konkrit
Aplikasi koloid
Jenis koloid
-
Pembuatan koloid
Pembuatan koloid
Perebusan telur, penjernihan air, cuci darah
Dialysis, adsopsi
5
Sifat-sifat koloid
Kekhasan yang dimiliki system koloid
Konsep abstrak dengan contoh konkrit
System koloid
Proses pembuatan, jenis kolid
Pembuatan koloid
Penerapan koloid dalam kehidupan
Pengelompokkan system koloid
Gerak browd, efek tyndal, adsopsi
Penggunaan arang aktif,
6
Pembuatan koloid
Cara membuat koloid
Konsep konkrit
Membuat koloid
Jenis koloid
Penerapan koloid
Jenis koloid
Pengelompokkan system koloid
Cara kondensasi, cara terdispersi
Reaksi penggaraman, cara mekanik
Keterangan:
·         Konsep konkret                                :  konsep yang contohnya dapat dilihat
·         Konsep abstrak                 : konsep yang contohnya tidak dapat dilihat
*      Label Konsep
Label konsep adalah nama konsep atau sub konsep yang dianalisis. Contoh label konsep ; unsur, senyawa, atom, larutan, dan lain-lain.
*      Definisi Konsep
Label konsep didefinisikan sesuai dengan tingkat pencapaian konsep yang diharapkan dari siswa. Untuk suatu label konsep yang sama, konsep dapat didefinisikan berbeda sesuai dengan tingkat pencapaian konsep yang diharapkan dikuasai siswa dan tingkat perkembangan kognitif siswa.
*      Atribut kritis dan atribut variabel
Atribut kritis merupakan ciri-ciri utama konsep yang merupakan penjabaran definisi konsep. Atribut variabel menunjukan ciri-ciri konsep yang nilainya dapat berubah, namun besaran dan satuannya tetap.
*      Hirarki Konsep
Hirarki konsep menyatakan hubungan suatu konsep dengan konsep lain berdasarkan tingkatannya, yaitu :
-          konsep superordinat (konsep yang tingkatannya lebih tinggi)
-          konsep ordinat  (konsep yang setara)
-          konsep subordinat (konsep yang tingkatannya lebih rendah).
Hirarki konsep dapat direpresentasikan  dalam bentuk peta konsep dan  digunakan untuk menentukan urutan pembelajaran konsep.
*      Jenis Konsep
Umumnya jenis konsep dikelompokkan menjadi dua, yaitu konsep konkrit dan konsep abstrak. Namun dalam ilmu kimia, terdapat banyak konsep yang sukar dikelompokkan dengan jelas ke dalam konsep konkrit ataupun abstrak. Oleh karena itu Herron (1977) mengembangkan jenis-jenis konsep menjadi delapan jenis konsep,  yaitu sebagai berikut:
  1. Konsep konkrit, yaitu konsep  yang  atribut kritis dan atribut variabel dapat diidentifikasi, sehingga relatif mudah dimengerti, mudah dianalisis dan mudah memberikan contoh dan noncontoh. Contoh konsep konkrit antara lain: gelas kimia, tabung reaksi, batu baterai, sel aki, sel Volta.
  2. Konsep abstrak,  yaitu  konsep yang atribut kritis dan atribut variabelnya sukar dimengerti dan sukar dianalisis, sehingga sukar menemukan contoh dan noncontoh. Konsep seperti ini relatif sukar untuk diajarkan/dipelajari, karena tidak mungkin mengkomunikasikan  informasi tentang  atribut kritis konsep ini melalui pengamatan langsung. Oleh karena itu,  diperlukan model-model atau ilustrasi yang mewakili contoh dan noncontoh. Contoh konsep abstrak antara lain: atom, molekul, inti atom, ion, proton, neutron.
  3. Konsep abstrak dengan contoh konkrit, yaitu  konsepnya mudah dikenali, namun mengandung atribut sukar dimengerti, sehingga sukar membedakan contoh dan noncontoh.  Contohnya  antara lain: unsur, senyawa, elektrolit.
  4. Konsep berdasarkan prinsip, yaitu konsep yang memerlukan prinsip-prinsip pengetahuan untuk menggunakan dan membedakan contoh dan noncontoh. Contohnya  antara lain: konsep mol, beda potensial.
  5. Konsep yang menyatakan simbol, yaitukonsep yang mengandung representasi simbolik berlandaskan aturan tertentu. Contohnya  antara lain: rumus kimia, rumus, persamaan.
  6. Konsep yang menyatakan nama proses, yaitu konsep yang menunjukkan terjadinya suatu ‘tingkah-laku’ tertentu.Contohnya  antara lain: destilasi, elektrolisis, disosiasi, oksidasi, meleleh.
  7. Konsep yang menyatakan  sifat dan nama atribut. Konsep-konsep seperti: massa, berat,muatan listrik, muatan, frekuensi, bilangan oksidasi, dan mudah terbakar merupakan atribut atau ciri-ciri suatu obyek.
  8. Konsep yang menyatakan ukuran atribut. Sama seperti diatas, namun bentuknya berupa satuan ukuran untuk atribut. Contohnya antara lain satuan konsentrasi : molaritas, molalitas, normalitas, ppm, pH.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Makasih Udah Kunjungi Blog Saya :)
"Smoga Postting ini Bermanfaat"