Selasa, 11 Desember 2012

Model Pembelajaran TGT


TGT
A.  KONSEP YANG DIPELAJARI
1.   Pengertian TGT
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Menurut Jhonson-jhonson (dalam Caroly W Rouviere) TGT adalah belajar kooperatif yang terdiri dari pengajaran (teaching), belajar dalam tim(team study), dan pertandingan akademik(game tournament). (Slavin, 2009)
Permainan dalam TGT dapat berupa pertanyaan-pertanyaan yang ditulispada kartu-kartu yang diberi angka. Tiap siswa, misalnya, akan mengambil sebuah kartu yang diberi angka tadi dan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang sesuai dengan angka tersebut. Turnamen harus memungkinkan semua siswa dari semua tingkat kemampuan (kepandaian) untuk menyumbangkan poin bagi kelompoknya. Prinsipnya, soal sulit untuk anak pintar, dan soal yang lebih mudah untuk anak yang kurang pintar. Hal ini dimaksudkan agar semua anak mempunyai kemungkinan memberi skor bagi kelompoknya. Permainan yang dikemas dalam bentuk turnamen ini dapat berperan sebagai penilaian alternatif atau dapat pula sebagai reviu materi pembelajaran. (salvin:2009)
         
2.   Tahapan-tahapan TGT
a.    Penyajian kelas  (Class Presentations)
         Guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas atau sharing juga disebut dengan presentasi kelas (Class Presentations). Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah yang dipimpin oleh guru.
b.    Kelompok (Teams)
Dalam belajar kelompok ini kegiatan siswa adalah mendiskusikan masalah-masalah, membandingkan jawaban, memeriksa, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan konsep temannya jika teman satu kelompok melakukan kesalahan.
c.    Permainan (Games)
 Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi, dan dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok.
d.   Turnamen (Tournament)
Turnamen adalah struktur belajar, dimana game terjadi. Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja siswa (LKS)
e.    Penghargaan kelompok
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan.


3.   Kelebihan dan Kelemahan
v  Kelebihan
§  Dengan model pembelajaran ini akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghargai sesama anggota kelompoknya
§  Dalam model pembelajaran ini membuat siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran
§  Dalam pembelajaran ini dapat membuat siswa menjadai lebih senang dalam mengikuti pelajaran

v  Kelemahan
§  Dalam model pembelajaran ini harus menggunakan waktu yang sangat lama
§  Guru yang menggunakan model pembelajaran ini harus pandai memilih materi pelajaran yang cocok untuk model ini
§  Guru harus mempersiapkan model ini dengan baik sebelum diterapkan. Misalnya membuat soal untuk setiap meja tournamen dan guru harus tau urutan akademis siswa dari yang tertinggi hingga terendah. (Slavin:2009)
B.     MASALAH-MASALAH DAN PEMECAHANNYA   
1)     Bagaimana interaksi seorang guru dalam menggunakan metode ini? Jawaban, disini interaksi seorang guru dalam menggunakan metode TGT ini dapat dilihat pada tahapan-tahapan TGT dimana pada penyajian kelas guru akan menyajikan materi-materi kepada siswa dan siswa bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah.
2)    Apakah model TGT ini bagus untuk diterapkan dalam proses pembelajaran? Jawaban, TGT ini bangus untuk diterapkan dalam proses pembelajaran karena model pembelajaran ini tidak menjatuhan mental siswa karena dalam pembagian kelompok siswa yang berkemampuan tinggi akan bertanding dengan siswa yang memiliki kemampuan tinggi pula dan sebaliknya, TGT ini juga bagus diterapakan karena dalam pembagian kelompok sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
3)     Kelemahan pada siswa dalam pembelajaran TGT dan apakah TGT termasuk dalam model,metode,strategi atau pendekatan serta apa itu TGT sendiri menurut anda? Jawaban, kelemahan pada siswa dalam model pembelajaran TGT ini adalah pada saat dalam kompetisi dimana dalam pembagian kelompok tersebut ada anggota kelompoknya mendapatkan nilai rendah maka akan mempengaruhi kelompoknya yang lain.
4)     Apa contoh materi yang digunakan dalam strategi ini dan bagaimana penerapannya serta berikan contoh? Jawaban, contoh materi yang digunakan dalam TGT ini adalah materi yang hanya memiliki satu jenis jawaban sedangkan penerapannya bisa dilihat daritahapan-tahapannya
5)     Bagaimana cara guru memberi rangsangan dalam pembelajaran TGT? Jawaban, cara guru memberi rangsangan adalah dengan cara memberikan tugas, tantangan, menyuruh siswa memecah masalah sebelum tournamen berlangsung.
6)     Strategi kooperatif terdiri dari beberapa model pembelajaran misalnya NHT,TGT,Jigsaw, dan STAD kenapa dibedakan padahal intinya sama? Jawaban, semua model pembelajaran kooperatif intinya sama tetapi cara penerapannya yang berbeda.  
C.  ELEMEN YANG MENARIK
Adapun  elemen yang menarik yang akan dibahas pada strategi pembelajaran TGT ini  adalah model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) merupakan salah satu model pembelajaran yang menarik karena didalamnya terdapat kegiatan turnamen akademik yang diharapkan dapat membuat siswa  agar lebih kreatif, cepat dan tepat dalam memecahkan masalah dan dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap pelajaran, mendorong siswa berpartisipasiaktif dan dapat menghadapkan siswa pada keterampilan yang menantang agar siswa terlatih melakukan pemecahan suatu masalah dan berpikir analitik.
D.   REFLEKSI DIRI
Banyak pengetahuan yang saya peroleh pada pertemuan kali ini. Saya  memahami bahwa strategi pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) ini sangat penting karena dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dimana siswa dapat belajar sambil bermain disamping itu juga pembelajaran ini dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap pelajaran.
Menurut saya, interaksi seorang guru dalam menggunakan metode ini antara lain: pertama pada awal pembelajaran guru menyampaikan  atau menjelaskan materi pelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran dilakukan oleh guru secara individual, kedua guru memberi tahu siswa tentang apa yang akan dipelajari dan mengapa pelajaran ini penting serta munculkan rasa ingin tahu siswa dengan mendemostrasi masalah-masalah yang nyata, ketiga guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran serta tekankan konsep pada pemahaman bukan hafalan, keempat guru meminta siswa mengerjakan soal-soal latihan atau membuat contoh soal dan guru siap-siap untuk menjawab pertanyaan dari guru, selanjutnya guru membagi siswa dalam kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa yang terdiri atas siswa yang berkemampuan akademis tinggi,rendah,dan sedang inilah interaksi seorang guru dalam menerapkan medel pembelajaran TGT.
Menurut saya, model TGT ini bagus untuk diterapakan dalam proses pembelajaran dimana belajar sambil bermain ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di samping itu juga model pembelajaran ini dapat membuat siswa lebih kretif,cepat,dan tepat dalam memecahkamn masalah dan dapat juga meningkatkan sikap  positif siswa terhadap pelajaran serta tidak menjatuhkan mental siswa karena dalam pembagian kelompok siswa digabungkan antara siswa yang pintar,sedang, dan kurang. Dalam model pembelajaran ini juga melibatkan akan aktivitas siswa tanpa harus ada perbedaan status dimana siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab serta kerja sama karena apabila ada dari anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan maka anggota kelompok yang lain bertanggung jawab untuk memberikan jawaban sebelum mengajukan pertanyaan tersebut kepada guru.
Menurut saya, kelemahan pada siswa pada saat pembelajaran TGT adalah pertama masih rendahnya keterampilan siswa dalam pemecahan artinya tidak semua siswa yang dapat memecahkan masalah dalam kelompoknya, kedua kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dalam tiap kelompok itu berbeda artinya siswa yang berkemampuan pintar dominan yang bisa memecahkan masalah, ketiga pada saat pembagian skor apabila ada anggota kelompoknya kalah makaakan mempengaruhi anggota kelompoknya yang lain. Sedangkan TGT termasuk model strategi pembelajaran karena TGT ini merupakan pembelajaran kooperatif.
Menurut saya, contoh materi yang digunakan dalam strategi ini adalah materi yang hanya memilikimsatu jenis jawaban artinya apabila jawabannya lebih dari satu jenis maka sulit untuk dipecahkandan banyak menimbulkan pendapat dalam artian tidak ada satupun model pembelajaran yang memiliki karatristik yang berbeda. Sedangkan penerapannya pertama guru menyampaikan materi,kedua guru membuat kelompok dimana kelompok ini terdiri dari siswa yang pintar,sedang dan kurang,selanjutnya game dimana game ini terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyampaian materi dan belajar kelompok.
Menurut saya,cara guru memberi rangsangan dalam pembelajaran TGT ini adalah seorangguru harus memberikan motivasi kepada siswa guru juga memberikan tantanagan, tugas kepada siswa dengan tujuan untuk agar siswa bisa melaksanakan pembelajaran ini.
NHT,TGT,JIGSAW,dan STAD intinya sama karena sama-sama bagian dari strategi kooperatif tetapi cara penerapannya yang berbeda dengan kemampuan untuk menerapkan materi dalam suasana baru dimana pembelajaran kooperatif ini menerapkan pembelajaran yang meningkatkan adanya kerjasama antar siswa.

Probelm Solving
A. KONSEP YANG DIPELAJARI
1)   Pengertian Probelm Solving
Berdasarkan dari beberapa definisi problem solving yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa problem solving merupakan suatu keterampilan yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganalisa situasi dan mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk mencapai sasaran. Terkait dengan pengertian problem solving tadi bila dikaitkan dengan pembelajaran maka mempunyai pengertian sebagai proses pendekatan pembelajaran yang menuntut siswa untuk menyelesaikan masalah, dimana  problem yang harus diselesaikan tersebut bisa dibuat-buat sendiri oleh pendidik dan ada kalanya fakta nyata yang ada dilingkungan kemudian dipecahkan dalam pembelajaran dikelas, Dengan berbagai cara dan teknik.
Menurut Hunsaker Pemecahan masalah ( problem solving ) didefinisikan sebagai suatu proses penghilangan perbedaan atau ketidak sesuaian yang terjadi antara hasil yang diperoleh dan hasil hasil yang diinginkan. Sementara menurut Mu’Qodin mengatakan bahwa problem solving adalah merupakan suatu keterampilan yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganalisa situasi, mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan, kemudian mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan hasil yang dicapai dan pada akhirnya melaksanakan rencana dengan melakukan  suatu tindakan yang tepat.                                              
2)   Perangkat Pembelajaran Probelm Solving
Untuk menerapkan pembelajaran problem solving diperlukan beberapa perangkat terutama:
Software,  yang mengaitkan metode, Setiap pembelajaan seorang guru tidak dilepaskan dari peranan metode, akan tetapi tak semua metode yang guru pakai dapat menghasilkan output yang baik, Dan guru mengajar dengan metode dapat menemukan dan  membimbing anak ke arah pemecahan masalah  tapi tak semua metode bisa digunakan sebagi proses problem solving.  keaktifan siswa dalam pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengexplorasi pengetahuannya untuk memecahkan masalah serta membangun konsep-konsep yang akan dipelajarinya. Keseluruhan pengalaman belajar ini akan memberikan ketrampilan kepada siswa bagaimana sesungguhnya belajar yang dapat menjadi bekal untuk menjadi pembelajar seumur hidup. Dan memecahkan masalah dalam proses pembelajara.
Hardware untuk perangkat yang kedua ialah hardware yang terkait  dengan teknik pembelajaran, sebelum kita memahami hardware pembelajaran kita harus paham dengan pengertian teknik pembelajaran, teknik pembelajaran ialah jalan, alat, atau media yang diguanakan oleh guru dalam rangka mendidik muridnya guna mencapai tujuan pembelajaran ( Garlach dan Ely, 1980 )
Aplikasi atau penerapan teknologi pendidikan dalam upaya pemecahan masalah pendidikan dan pembelajaran mempersyaratkan minimal tersedianya hal-hal berikut: a) dukungan teknologi atau infrastruktur, b) penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan content, c) kesiapan Siswa pengguna atau user. Sementara itu pemecahan masalah belajar secara empirik dapat dilakukan dengan berbagai cara, strategi, dan prosedur (Purwanto, 2005:17­18).
3)   Bentuk Pembelajaran Probelm Solving
Ada beberapa bentuk dalam problem solving menurut Chang, D’Zurilla dan Sanna (2004), yaitu: a) Rational Problem Solving
Sebuah bentuk pembelajaran problem solving yang konstruktif yang didefinisikan seperti rasional, berunding dan aplikasi yang sistematik dalam kemampuan menyelesaikan masalah. Model ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu :                                                 
·         Identifikasi Masalah
Problem solver mencoba mengelompokkan dan mengerti masalah yang dihadapi  dengan mengumpulkan banyak spesifikasi dan fakta konkrit tentang kemungkinan masalah, mengidentifikasi permintaan, rintangan dan tujuan yang realistik dalam menyelesaikan masalah.
·         Mencari Solusi Alternatif
Fokus pada tujuan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan mencoba untuk mengidentifikasi banyak solusi yang memungkinkan termasuk yang konvensional.              
·         Mengambil keputusan
 Problem solving  mengantisipasi terhadap keputusannya dalam solusi yang berbeda, mempertimbangkan, membandingkan dan kemudian memilih yang terbaik atau solusi yang efektif yang paling berpotensial.                                                                               
·         Mengimplementasi Solusi dan Pembuktian                                             
   Seseorang harus berhati-hati dalam menerima dan mengevaluasi solusi yang menjadi pilihan setelah mencoba untuk melaksanakan solusi tersebut kedalam situasi masalah dalam kehidupannya.


4)   Kelebihan dan Kelemahan Probelm Solving
v  Kelebihan
o   Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
o    Berpikir dan bertindak kreatif.
o   Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
o    Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
o   Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
o    Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
o   Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
v  Kekurangan
o   Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan Pembelajaran  ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
o   Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain
o   Pengembangan program membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang lama.
o   Pengadaan dan pemeliharaan alat mahal.

 B.  MASALAH-MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1.     Maksud dari kelemahan  membutuhkan biaya yang mahal dan waktu yang lama?jawaban, maksud dari membutuhkan biaya yang mahal karena dalam menerapkan metode ini membutuhkan biaya yangbanyak dan waktu yang sangat lama karena dalam penerapan metode ini dilakukan secara berulang-ulang.
2.    Jelaskan dari perangkat metode iniyaitu sofware dan hadware?Jawaban, sofware lebih menekankan pada guru artinya metode apa yang akan digunakan oleh seorang guru, sedangkan hadware merupakan teknik yang dilakukan oleh guru dalam mengajar. Jadi kedua prangkat ini sangat berkaitan antar yang satu dengan yang lainnya.
3.    Bagaimana cara menguji kebenaran jawaban sementar dan apakah metode ini diterapkan secara berkelompok? Jawaban, caramenguji jawaban sementaraini dilakukan secara berulang-ulang  dengan tujuan untuk mengkaitkan semua jawaban yang ada dan cara menguji jawaban sementara ini diperlukan metode yang lain juga.sedangkan cara penerapannya metode ini bisa diterapkan secara berkelompok dan secara individu tatapi dengan diterapkan secara berkelompom lebih memudahkan siswa dalam melakukanpenelitian.
4.    Dimana letak peran seorang guru dalam metode ini? Jawaban, seorang guru memberikan petunjuk disamping itu juga guru akan memperkenalkan pelajaran itu seprti apa kemudian guru akan mencari dan menemukan jawabanyan. Peran guru disini juga sebagai fasilitatordan motivator.
5.    Apakah sama metode ini dengan metode inquiri dan metode discovery? Jawaban, metode solving ini tidak jauh beda dengan kedua metode tersebut tetapi metode probelm solving ini siswanya sendiri mencari dan menemukan jawabannya, siswa juga akan menentukan sendiri masalahnya yang kemudian akan depecahkan oleh siswa itu sendiri.
6.    Apa landasan anda menulis membutuhkan biaya yang mahal dan waktu yang lama? Jawaban, karena penelitian ini membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal, dan metode ini juga mampu manghasilkan produk yang lebih tinggi.

C.  ELEMEN YANG MENARIK
Elemen yang menarik dalam metode probelm solving ini terdapat pada kelebihannya dimana metode ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa karena siswa dituntuk untuk aktif dalam belajar artinya bahwa siswa tidak hanya mendaopatkan pelajaran dari guru saja twtapi siswa sendiri yang akan mencari permasalahan serta jawaban sehingga tugas guru disini hanya memotivasi serta memfasilitasi siswa, disamping itu juga metode ini dapat meningkatkan kreaktifan siswa sehingga siswa dapat berpikire secara kritis dalam memecahkan masalah.

D. REFLEKSI DIRI
Banyak pengetahuan yang saya peroleh pada pertemuan kali ini. Saya memahami bahwa strategi pembelajaran dengan pendekatan probelm solving ini bagus diterapkan dalam proses belajar mengajar karena metode ini merupakan keterampilan yang meliputi kemampuan siswa untuk mencari informasi, menganalisis serta mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk mencapai sasaran. Disamping itu juga metode probelm solving ini dapat melatih siswa dalam menghadapi berbagai masalah baik masalah perorangan maupun berkelompok untuk dipecahkan.
Dalam metode ini siswa tidak hanya menerima pelajaran begitu saja dari guru akan tetapi siswa harus mencari permasalahan serta menemukan sendiri jawaban dari permasalahan yang dibuat dengan cara melakukan penelitian atau percobaan secara berulang-ulang sehingga membutuhkan waktu yang lama. Selain itu juga dalam menerapkan metode ini akan terjadi interaksi antara siswa dengan guru, dimana interaksi yang terjadi antara siswa dengan guru dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan sebelum pelajaran dilakukan.

E. PENAMBAHAN/TANGGAPAN
Maksud dari membutuhkan biaya yang mahal dan waktu yang panjang, karena metode probelm solving ini dilakukan dalam proses yang lama sehingga membutuhkan waktu yang lama dimana metode ini siswa akan melakukan penelitian sehingga dalam melakukan penelitian tersebut akan membutuhkan biaya yang mahal karenametode ini dilakukan secara berulang-ulang.
Perangkat pembelajaran dari probelm solving ini adalah sofware dan hadware, dimana sofware ini merupakan cara guru membimbing siswadengan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengeksplorasi pengetahuannya untuk memecahkan masalah serta membangun konsep yang akan dipelajari disamping itu juga gauru harus memberikan keterampilan pada siswa tentang pembelajaran seumur hidup. Sedangkan hadware merupakan perangkat atau teknik yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar dalam rangka mendidik muridnya serta mencapai tujuan pembelajaran dan dalam upaya untuk memecahkan masalah. Dari kedua perangkat tersebut sangat berkaitan satu sama lain, dimana keduanya sama-sama mempunyai tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Cara menguji kebenaran jawaban sementara dilakukan secara berulang-ulang artinya siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut benar-benar cocok dan apakah sesuai dengan jawaban sementaraatau tidak sama sekali. Adapun cara menguji jawaban sementara ini dengan mengkaitkan metode ini dengan metode lain.
Menurut pendapat saya peran seorang guru dalam metode probelm solving ini adalah guru sebagai pengatur kegiatan pembelajaran, sebagai fasilitator serta sebagai motivator sedangkan siswa yang menjadi subyek belajar sebagai pemain. Guru juga akan melaksanakan pembelajaran yang dimulai dengan mengkaitkan dunia nayata dalam kehidupan siswa kemudian guru akan mengarahkan siswa dengan informasi melalui modling agar siswa termotivasi,berfikir dan bisa menemukan konsep dengan bimbingan guru. Disamping itu juga guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif,nyaman dan menyenangkan.
Menurut pendapat saya, antara metode inquiri,discovery dan probelm solving ini sama, karena metode ini sama-sama mempunyai arti dan pengertian penemuan. Ketiga metode ini juga mempunyai tujuan yang sama yaitu sama-sama meningkatkan kemampuan berfikir siswa baik dalam menemukan masalah maupun mencari jawaban dalam permasalahan yang ada tetapi cara penerapannya yang berbeda-beda.

                        Organisasi
A.    KONSEP  YANG DIPELAJARI
   I.      Pengertian Organisasi
Strategi belajar mengajar adalah suatu sistem menyeluruh yang terdiri dari sejumlah komponen, yakni komponen masukan (input) komponen proses,komponen produk (out put). Dengan mempelajari strategi belajar mengajar berarti setiap guru mulai memasuki suatu kegiatan yang bernilai edukatif.
Strategi organisasi merupakan strategi yang mengenalkan struktur-struktur pengorganisasian baru pada materi-materi. Strategi organisasi bertujuan membantu siswa meningkatkan kebermaknaan materi strategi organisasi pembelajaran baru.
Strategi organisasi mengidentifikasi ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar.
  II.        Jenis-jenis Strategi Organisasi
1)    Outlining (pembuatan kerangka)
Adalah membuat kerangka garis besar, dimana siswa belajar menghubungkan berbagai macam ide dengan ide utama. Dalam pembuatan kerangka garis besar jenis hubungan yang digunakan adalah satu topik kedudukannya lebih rendah dari topik yang lain. Kerangka garis besar memberikan suatu tinjauan awal tentang ide-ide kunci yang akan dibahas dan juga hubungan-hubungan antara topik.
2)   Mapping (Pemetaan)
Mapping bisa disebut pemetaan konsep atau peta konsep didalam pembuatannya dilakukan dengan membuat suatu sajian visual atau suatu  diagram tentang bagaimana ide-ide penting atas suatu topik tertentu dihubungkan satu sama lain.   
Strategi mapping adalah sebuah diagram yang menunjukkan visi, misi, strategi organisasi diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari. Mapping kadang-kadang dikenal sebagai pemetaan konsep dalam beberapa hal lebih efektif dari outlining dalam mempelajari hal-hal yang lebih kompleks.
Ø  Adapun tujuan strategi mapping antara lain:
o   Mengembangkan kemampuan menggambarkan kesimpulan yang masuk akal
o   Mengembangkan kemampuan mensintesis dan mengintegrasikan informasi atau ide menjadi satu
o   Mengembangkan kecakapan, strategi dan kebiasaan belajar
o   Belajar konsep-konsep dan teori-teori mata pelajaran
o   Belajar memehami perspektif dan nilai tentang mata pelajaran
o   Mengembangkan satu keterbukaan terhadap ide baru
o   Mengembangkan kapasitas untuk memikirkan kemandirian.
Ø  Langkah-langkah strategi mapping atau peta konsep
·         Memilih satu masalh sebagai bahan evaluasi atau assesmen
·         Meminta siswamelakukan brain storming(mencurahkan gagasan) tentang masalah atau topik sebanyak mungkin
·         Siswa menuliskan konsep-konsep utama diatas kartu secara terpisah
·         Siswa membuat garis penghubung antar konsep-konsep utama
·         Siswa menuliskan satu kata atau level diatas setiap garis penghubung
·         Guru mengevaluasi dengan kriteria yang sudah dibuat.
3)   Mnemonics
Mnemonics berhubungan dengan teknik-teknik atau strategi-strategi untuk membantu ingatan dengan dengan membantuk membentuk assosiasi alamiah yang secara alamiah tidak ada. Suatu mnemonics membantuuntuk mengorganisasikan informasi yang mencapai memori kerja dalam pola yang dikenal sedemikian rupa sehingga informasi tersebut lebih mudah dicocokkan dengan pola skema di memori jangka panjang.
Mnemonics merupakan metode untuk membantu menata informasi yang menjangkau ingatan dalam pola-polamyang dikenal sehingga lebih mudah dicocokkan dengan pola schemata dalam memori jangka panjang. Mnemonics membentuk kategori khusus dan secara teknis dapat diklasifikasikan sebagai strategi, elaborasi atau organisasi. Mnemonics membantu membentuk asosiasi yang secara alamiah tidak ada yang membantu mengorganisasikan informasi menjadi memori kerja.

B. MASALAH-MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1.     Bagaimana cara mengevaluasi strategi pembelajaran organisasi? Jawaban, dengan memberikan tes tulis,memberikan tugas,sistematik,ide-ide ataupun topik yang sudah diberikan oleh guru dan melihat apakah hubungan antara konsep-konsep tersebut sudah pas atau belum, guru juga melihat kelengkapan-kelengkapan tugas dari siswa itu sendiri.
Menurut saya,cara mengevaluasi strategi pembelajaran organisasi dengan cara guru mengetes siswa satu-satu baik dengan melontarkan pertanyaan atau dalam bentuk tanggapan siswa terhadap materi yang dipelajari dengan tujuan untuk menguji sejauh mana kemampuan siswaterhadap pelajaran tersebut dimana dalam sistem pembelajaran evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahapan yang harus ditempuh oleh seorang guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran hasil yang diperoleh dari evaluasi dalam menyemurnakan program dan kegiatan pembelajaran.
2.    Bagaiman sisi menarik atau keistimewaan sehingga metode ini baik diterapkan? Jawaban, sebelum dimulai pelajaran seorang siswa harus membuat kerangka-kerangka atau inti dari pelajaran sehingga siswa bisa mengingatnya dalam jangka panjang,siswa juga membuat peta konsep serta membuat kerangka-kerangka sehingga mudah untuk diingat inilah keistimewaan dari metode ini.
Menurut saya, sisi yang menarik dari strateegi organisasi ini sehingga bagus diterapkan dalam proses belajar mengajar karena metode ini menggunakan peta konsep dimana sebelum pelajaran dimulai baik siswa atau guru membuat peta konsep, untuk membuat suatu peta konsep siswa dilatih untuk mengidentifikasi ide-ide kunci yang berhubungan dengan suatu topik sehingga peta konsep ini merupakan diagram atau hubungan sebab akibat dan tujuan dibuat peta konsep ini adalah untuk membantu siswa memahami hubungan antara berbagai macam ide,mempelajari hal-hal baru yang lebih efektif serta untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk  menggambarkan kesimpulan-kesimpulan yang masuk akal artinya dalam proses pembelajaran siswa dapat menyimpulkan materi yang telah dibahas atau dipelajari dengan baik.
3.    Jelaskan langkah-langkah strategi mapping? Jawaban, memilih satu topik sebagai bahan evaluasi maksudnya disini siswa mencari satu topik untuk dibahas atau dipelajari kemudian nantinya akan sebagai bahan evaluasinya,siswa melakukan brain stroming (mencurahkan gagasan) tentang masalah atau topikmaksudnya anggota kelompok akan memberi tanggapan tentang materi yang dipelajari,siswa membuat garis penghubung antara konsep-konsep utama maksudnya siswa menghubungkan permasalahan-permasalahan dari kata yang dibuat,guru mengevaluasi dengan kriteria yang sudah dibuat maksudnya guru melakukan penilaian dari permasalahan.
Menurut saya,langkah-langkah strategi mapping atau pemetaan ini antara lain: memilih satu topik sebagai bahan evaluasi dimana dalam memilih topk sebagai bahan belajar, siswa melakukan brain stroming tentang masalah atau topik artinya siswa akan mengaplikasikan gagasan atau memberi tanggapan tentang materi yang akan dibahas,sebelum proses belajar mengajar dimulai siswa harus membuat peta konsep atau konsep-konsep yang akan dibahas atau dipelajari,selanjutnya siswa menghubungkan konsep yang satu dengan konsep yang lain  kemudian guru memberikan penilaian terhadap konsep-konsep yang telah dibuat.
4.    Apakah ada batasan umur atau waktu untuk menerapkan metode ini? Jawaban, tidak adabatasan dalam menerapkan metode ini karena metode ini bebas dilakukan oleh siapapun.
Menurut saya,tidak ada batasan bagi siapapun dalam menerapkan metode ini karena metode ini tidak berpengaruh pada satu konsep artinya metode ini bebas di terapkan oleh siapapun.
5.    Bagaimana karatristik atau ciri-ciri dari strategi pembelajaran organisasi? Jawaban, membuat kerangka besar agar siswa bisa menghubungkan antara permasalahan yang satu dengan permasalahan yang lain.
Menurut saya, karaktristik dari strategi pembelajaran organisasi ini adalah membuat peta konsep  sebelum pelajaran dimulai, pembuatan peta konsep ini dimulai dari analisis topik dimana analisis topik ini merupakan seperangkat aturan yang menggambarkan organisasi suatu bahan ajar komponen-komponen dari bahan ajaran diurutkan secara terperinci pada tingkatan tertinggi yaitu topik.
6.    Bagaimana dampak positif dan negatif bagi siswa dan guru dalam menerapkan metode ini? Jawaban, dampak positif bagi siswa akan meningkatkan daya ingat siswa serta meningkatkan keaktifan belajarnya sedangkan dampak negatif bagi siswa adalah adanya sifat menonjol yang timbul dari diri siswa, sedangkan dampak positif bagi guru adalah guru dapat mengoranisir perangkat pengalaman belajar yang akan disajikan pelajarannya, dapat membantu guru meningkatkan efisien dan aktifitas dan dampak negatif bagi guru adalah guru sulit mengontrol siswa karena jumlah siswa yang besar.
C.ELEMEN YANG MENARIK
*      Elemen  yang menarik pada metode ini terdapat pada tujuan strategi mapping dimana  pada tujuan ini siswa dapat mengembangkan kemampuannya baik kemampuan menggambarkan, kemampuan berpikir, serta kemampuan mensintesis disamping itu juga siswa dapat memahami nilai tentang mata pelajaran karena strategi mappping ini dikenal sebagai pembuatan peta konsep dimana dalam pembuatan peta konsep ini dilakukan dengan membuat suatu sajian visual atau suatu diagram tentang bagaimana ide-ide penting atas suatu topik tertentu dihubungkan satu sama lain.
*      Elemen menarik juga terdapat pada jenis-jenis strategi organisasi yaitu mnemonics dimana mnemonics ini merupakan metode untuk membantu siswa menata informasi yang menjangkau ingatan dalam polo-pola yang dikenal sehingga mudah dicocokkan dengan pola skemata dalam memori jangka panjang artinya informasi-informasi yang didapatkan akan mudah diingat meskupun dalam jangka panjang karena informasi yang didapat sudah tersimpan didalam memori otak.
D. REFLEKSI DIRI
Banyak pengetahuan yang saya peroleh pada pertemuan kali ini. Saya memahami bahwa strategi pembelajaran organisasi ini bagus untuk diterapkan karena bertujuan membantu siswa meningkatakan kebermaknaan materi strategi organisasi pembelajaran baru, terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur pengorganisasian baru pada materi-materi.
Dimana dalam strategi pembelajaran organisai ini guru mulai memasuki suatu kegiatan yang berniai edukatif dimana nilai edukatif ini mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa . interaksi ini dikarenakan kegiatan  belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pelajaran dilakukan.

pembelajaran kolaborasi
A .   KONSEP YANG DIPELAJARI
1.      Pengertian dari pembelajaran kolaborasi
Pembelajaran kolaborasi adalah beraraskan pembelajaran kooperatif,untuk mewujudkan bilik darjah kolaboratif cara yang mudah adalah dengan menjalankan pembelajaran koopeeratif dimana guru dapat mengawal lebih banyak pemboleh ubah dalam kelas.
Gokhale mendefinisikan bahwa “collaborative learning” mengacu pada metode pengajaran dimana siswa dalam satu kelompok yang bervariasi tingkat kecakapannya bekerjasama dalam klompok kecil yang mengarah pada tujuan bersama. Adapun metode dalamkolaborasi ini antara lain: belajar itua ktif dan konstruktif, belajar itu bergantung konteks, siswa itu beraneka latarbelakang, belajar itu bersifat sosial. 
2.      Tujuan pembelajaran kolaborasi
·         Memaksimalkan proses kerjasama yang berlangsung secara alamiah diantara para siswa
·         Menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada siswa,kontestual,terintegrasidan bersuasana kerjasama
·         Menghargai pentingnya keaslian,kontribusi,dan pengalaman siswa dalam kaitannya dengan bahan pelajaran danproses belajar
·         Memberi kesemopatan kepada siswa menjadi partisipan aktif dalam proses belajar
·         Mengembangkan berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah
·         Mendorong eksplorasi bahan pelajaran yang melibatkan bermacam-macam sudut pandang
·         Menghargai pentingnya konteks sosial bagi proses belajar
·         Menumbuhkan hubungan yang saling mendukung dan saling menghargai diantarapara siswa, daan diantara siswa dengan guru
·         Membangun semangat belajar sepanjang hayat.
3.      Langkah-langkah Pembelajaran Kolaborasi
§  Para siswa dalam klompok menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas sendiri-sendiri
§  Klompok kolaboratif bekerja secara bersinergi mengidentifikasi,mendemonstrasikan,meneliti,menganalisis dan memformulasikan jawaban-jawaban tugas atau masalah dalam LKS atau masalah yang ditemukan sendiri
§  Semua siswadalam klompok membaca,berdiskusi,danmenulis
§  Setelah klompok kolaboratif menyepakati hasil pemecahan masalah, masing-masingsiswa menulis laporan sendiri-sendiri secara lengkap
§  Guru menunjuk salah satu klompok secara acak untuk melakukan presentasi hasil diskusi klompok kolaboratifnya didepan kelas, siswa klompok lain mengamati,mencermati,membandingkan hasil presentasi tersebut daan menanggapi
§  Masing-masing siswa dalam klompok kolaboratif melakukan elaborasi,inferensi,dan revisi terhadap laporan yang akan dikumpulkan
§  Laporan masing-masing siswa terhadap tugatugas yang telah dikumpulkan,disusun perklompok kolaboratif
§  Laporan siswa dikoreksi,dikomentari,dinilai,dikembalikan pada pertemuan brikutnya dan didiskusikan.
4.      Macam-macam pebmbelajaran dan tahap pengembangan kolaborasi
v  Macam-macam pembelajaran kolaborasi : Learning together,Teams-games-tournament(TGT),Group investigation,Academic-contructive controversy,Jigsaw proscedure,Student team achievement divisions (STAD),Cooperative learning stuctures(CLS).
v  Tahap pengembangan kolaborasi : Engagement,Exploratiaon,Transformation,Presentation,Reflrction.
5.      Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kolaborasi
ü  Kelebihan
a.      Siswa belajar bermusyawarah
b.      Siswa belajar menghargai pendapat orang lain
c.       Dapat mengembangkan cara berpikir kritis dan rasional
d.      Dapat menumpuk rasa kerjasama
e.      Adanya persaingan yang sehat
ü  Kekurangan
a.      Pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari pokok persoalan
b.      Membutuhkan waktu cukup banyak
c.       Adanya sifat-sifat pribadi yang ingin menonjolkan diri atau sebaliknya yang lemah merasa rendah diri dan selalu tergantung pada orang lain
d.      Kebulatan atau kesimpulan bahan kadang sukar dicapai.
B.  MASALAH-MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1)      Jelaskan tahap-tahap pengembangan kolaborasi? Jawaban, engagment adalah siswa yang berorentai tehadap dirinya sendiri khususnya terhadap siswanya,exploration adalah pembelajaran kerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dalam menemukan istilah-istilah, transpormation adalah setiap anggota kelompok saling bertukar pikiran untuk pemecahan masalah, persentation adalah setelah siswa selsai mengerjakan tugas kemudian masing-masing kelompok mempersentasikan hasilnya, reflection adalah setelah persentasi kelompok akan mempertanggung jawabkan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kelompok lain
2)      Bagaimana interaksi siswa terhadap guru dengan berbagai macam pembelajaran  kolaboratif? Jawaban, adanya diskusi atau tanya jawab antara klompok yang satu dengan klompok lain dimana apabila ada yang belum diketahui oleh siswa maka siswa akan bertanya kepada guru itulah yang dinamakan interaksi antara guru dengan siswa.
3)      Bagaimana ketekaitan antara pembelajaran kolaborasi dengan jigsaw? Jawaban, kolaborasi disini merupakan pembelajaran berbentuk kelompok/adanya interaksi antar siswa sedangkan jigsaw lebih menitik beratkan pada pembelajaran kepada siswa dari permasalahan dan memecahkan masalah,jadi keterkaitannya antara keduanya adalah dimana siswa tersebut mencoba memecahkan sendiri masalahnya dengan cara bertukar pikiran dengan anggota kelompoknya.
4)      Latar belakang dari pengambilan strategi pembelajaran kolaborasi? Jawaban, didasarkan adanya perbedaan antara siswa yang pintar dengan siswa yang kurang pintar dengan tujuan menggabungkan antara perbedaan pengetahuan yang pintar dengan yang kurang pintar jadi dengan demikian kolaborasi lebih efektif dibandingkan dengan belajar sendiri.
5)      Jelaskan kenapa pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari pokok persoalan? Jawaban, karena adanya siswa yang belum memahami pelajaran itu sehingga siswa dapat menyimpang dari pokok permasalahan dan dilihat dari kesimpulan bahan kadang sukar dicapai saking banyaknya kesimpilan yang membuat bahan kadang sukar.
6)      Bagaimana seorang guru mengatasi siswa yang menonjolkan diri atau tidak mau bekerjasama? Jawaban, intinya disini guru lebih tegas supaya dalam pembagian kelompok guru bertanya kepada masing-masing kelompok untuk membuktikan apakah siswanya bekerjasama atau tidak dengan kelompoknya apabila siswa itu tuidak mau bekerjasama maka guru memberikan arahan supaya siswa tidak itu lagi.
C.  ELEMEN YANG MENARIK
v  Elemen yang menarik dalam strategipembelajaran kolaborasi adalah bekerjasama dalam kelompok kecil yang mengarah pada tujuan bersama maksudnya disini  seorang guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok atau tim dimana guru tetsebut memberikan tugas kepada siswanya kemudian siswa akan mengerjakan bersama kelompoknya serta setiap anggota kelompok saling bertukar pikiran untuk pemecahan masalah, selanjutnya masing-masing kelompok akan mempresentasikannya didepan setelah mempersentasikan masing-masing kelompok akan mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kelompok lain.
v  Elemen yang menarik dalam strategi ini juga terdapat pada kelebihan pembelajaan kolaborasi dimana siswa dapat belajar bermusyawarah, menghargai pendapat orang lain, dapat menggembangkan cara berpikir kritis dan rasional, dapat menumpuk rasa kerjasama artinya dari model pembelajaran kolaborasi ini siswa dapat sepeti itu dan dengan pembelajaran ini juga siswa diarahkan pada tujuan bersama dalam melakukan kerjasama.


D.   REFLEKSI DIRI
Banyak pengetahuan yang saya peroleh pada pertemuan kali ini. Saya  memahami bahwa strategi pembelajaran kolaborasi sangat penting karena mengacu pada metode pengajaran dimana siswa dalam satu kelompok yang bervariasi tingkat kecakapannya bekerjasama dalam mengarah tujuan bersama.
Menurut saya, interaksi antara guru dengan siswa dengan berbagai pembelajaran kolaborasi ini adalah dimana pada saat siswa mengalami kesulitan dalam mempersentasikan hasil diskusi dengan kelompoknya atau istilah lainnya belum paham seorang siswa ini  akan menanyakan atau bertanya kepada guru tentang apa yang belum dimengerti oleh siswa tersebut kemudian guru akan memberikan sosuli jadi itulah yang disebut dengan interaksi antara guru dengan siswa, jadi intinya disini adalah adanya diskusi/tanya jawab antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain apabila ada yang belum diketahui oleh siswa maka siswa akan bertanya kepada guru.
Menurut saya, ketekaitan antara pembelajaran kolaborasi dengan jigsaw  adalah pembelajaran kolaborasi maksudnya pembelajaran dalam satu kelompok yang bervariasi tingkat kecakapannya bekerjasama dalam mencapi tujuan bersama sedangkan jigsaw merupakan gabungan antara yang ahli dengan yang tidak ahli. Jadi kedua hal tersebut sangat berkaitan dimana dalam satu kelompok  itu terdapat pepadua atau gabungan antara siswa ynag ahli dengan yang tidak ahli digambungkan menjadi satu kelompok dengan tujuan  kepada siswa yang ahli akan menjelaskan kepada siwa yang tidak ahli untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut saya, latar belakang dari pengambilan pembelajaran kolaborasi ini adalah karena adanya perbedaan antara siswa yang ahli dengan siswa yang tidak ahli dimana keduanya akan digabungkan menjadi satu kelompok dengan tujuan bekerjasama dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, adapun latar belakang yang lain yaitu adanya pengaruh-pengaruh organisasi sosial yang ada didalam kelas.
Menurut saya, kenapa pendapat serta pertanyaan dari siswa dapat menyimpang dari pokok permasalahan hal itu dapat terjadi karena siswa belum sepenuhnya paham  dengan pelajaran itu sehingga pertanyaan serta pendapatnya bisa menyimpang.
Metode Pembelajaran Discovry
A.   KONSEP YANG DIPELAJARI
                      I.            Pengertian Belajar dan Strategi Pembelajaran
Menurut Bruner, belajar adalah cara-cara bagaimana orang memilih, mempertahankan dan mentransformasi informasi secara aktif yang didasarkan pada dua asumsi yaitu: asumsi pertama ialah bahwa perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif.
Sementara itu, kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
                     II.            Pengertian Metode Discovry/penemuan
Metode penemuan merupakan komponen dari praktek pendidikan yang melliputi metode mengajar  yang mengajukan cara belajar aktif,berorientasi pada proses,mengarahkan sendiri dan reflektif.
Menurut Encylopedia of Education Research, penemuan merupakan suatu strategi yang unui yang dapat diberi bentuk oleh guru dalam berbagai cara. Termasuk mengarahkan keterampilan menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode penemuan adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru memperkenakan siswa-siswainya menemukan sendiri informasi (Suryosubroto,2002:192)

                   III.            Tujuan Metode Discovry (Penemuan)
·         Meningkatkan  keterlibatan siswa dalam menemukan dan memperoses bahan belajarnya
·         Mengurangi ketergantungan siswa pada guru untuk mendapatkan pengalaman belajarnya
·         Melatih siswa menggali dan memenfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya
·         Memberi pengalaman belajar seumur hidup

                  IV.            Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Discovry (penemuan)
ü  Identifikasi kebutuhan siswa
ü  Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip,pengertian konsep dan generalisasi pengetahuan
ü  Seleksi bahan,probelm/tugas-tugas
ü  Membantu dan memperjrlas tugas/probelm yang dihadapi siswa serta peranan masing-masing
ü  Mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan
ü  Mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan
ü  Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan
ü  Membantu siswa dengan informasi/data jika diperlikan oleh siswa
ü  Mempimpin analis sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi masalah
ü  Merangsang terjadinya intraksi antara siswa dengan siswa
ü  Membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisai hasil penemjuannya.

                    V.            Pengajaran  Metode Discovry (penemuan) dalam kelas
Pengajaran dengan metode penemuan dapat dilaksanakan dalam bentuk komunikasi satu arah dan komunikasi dua arahbergantung pada besarnya kelas.

o   Sistem satu arah (ceramah reflektif)
Pendekatan satu arah berdasarkan penyajian satu arah (penaungan/exposition) yang dilakukan guru.
o   Sistem dua arah (discovry terbimbing)
Sistem dua arah melibatkan siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru. Siswa melakukan discovry sedangkan guru membimbing siswa ke arah yang benar/tepat.

                  VI.            Penerapan Metode Belajar Discovry (penemuan) dalam prosesbelajar mengajar
Penerapan prinsip belajar penemuan pada pelajaran kimia, misalnya pada materi perhitungan kimia.  Adapun langkah-langkah  yang harus dilakukan untuk menerapkan metode penemuan adalah:
1)       Guru menjelaskan
Pertemuan diawali dengan mengarahkan/memberi penjelasan tentang metode penemuan
2)       Guru menyajikan materi untuk ditemukan sendiri oleh siswa
3)       Siswa menyelesaikan soal-soal dengan bantuan LKS
4)       Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakaukan penemuan
5)       Guru keliling membimbing dan mengawasi serta menilai pekerjaan siswa apakah sudah benar atau tidak
6)       Guru membesarkan hati siswa supaya giat dalam penemuan
7)       Guru membimbing siswa menyimpulkan jawaban dan hasil penemuannya
8)       Guru memberikan soal untuk mengecek pemahaman siswa

                 VII.            Langkah-langkah Untuk Mengatasi  Kelemahan Metode Discovry (Penemuan)
Ø  Suasana harus dibuat sedemikian sehingga siswa merasa dirinya dihadapkan pada suatu teka-teki
Ø  Kegiatan harus berlandaskan objek atau prinsip yang tidak asing bagi siswa
Ø  Para siswa hendaknya mendapat kesempatan untuk mengamati kegiatan sesuai dengan kebutuhannya dari seluruh kegiatan
Ø  Hendaknya pada waktu melakukan kegiatan yang diberikan dengan konsep baru, guru hendaknya memberikan contoh dan aplikasi yang dirasakan pada kehidupan sehari-hari yang dilihat dan dirasakan oleh anak sehingga kegiatan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh anak
Ø  Guru harus menunjukkan antusiasme dalam mengemukakan teka-teki selama kegiatan berlangsung

               VIII.            kelebihan dan Kelemahan  Metode Discovry (penemuan)
v  kelebihan
§  Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan dan proses kognitif siswa
§  Pengetahuan yang diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan merupakan pengetahuan yang sangat  kukuh
§  Membantu perkembangan siswa menuju skeptisisme yang sehat untuk menemukan kebenarannya
§  Memberi kesempatan kepada anak dan guru berpartisipasi sebagai sesama dalam mengungkapkan ide
§  Membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-prose penemuan
§  Dapat membangkitkan gairah siswa dalam belajar
§  Memberikan kesempatan pada siswa unnnntuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri

v  Kelemahan
§  Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk belajar
§  Metode ini kurang berhasil untuk mengajar dikelas karena sebagian besar waktu dapat hilang
§  Harapan yanh ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional
§  Fasilitas yang dibutuhkan  kurang atau yidak memadai
§  Strategi ini tidak memberikan kesempatan berpikir kreatif karena pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah di seleksi terlebih dahulu oleh guru.


B.   MASALAH –MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1.       Bagaimana cara seorang guru menerapkan metode ini pada siswa yang berkemampuan lemah? Jawaban, dapat dilihat dari langkah-langkah metode discovry itu sendiri yaitu dengan cara seorang guru harus menerapkan suasana bagus dan materinya didesain sesederhana mungkinsupaya siswa lebih mengerti.
2.       Apa itu skeptisisme dan bagaimana cara seorang guru mengatasi siswa yang skeptisisme? Jawaban, skeptisisme artinya ragu-ragu atau keraguan terhadap mata pelajaran, sedangkan cara mengatasi skeptisisme tersebut adalah dengan cara seorang guru memberikan bimbingan dan arahan kepada siswanya agar tumbuh rasa percaya diri dari siswa tersebut. Disamping itu juga memberikan fasilitas kepada siswa agar dapat tercapai apa yang diharapkan, jadi disini guru sebagai fasilitator.
3.       Apakah bisa dengan metode ini siswa memiliki kemampuan yang berkualitas atau akan menjamin keberhasilannya? Jawaban, bisa karena berdasarkan data hasil penelitian pada siklus pertama kemampuan siswa itu akan kurang tercapai sedangka pada siklus selanjutnya kemampuan siswa dapat dicapai. Materi docovry ini juga dapat meningkatkan mutu belajar siswa.
4.       Jika metode discovry ini berkolaborasi dengan metode lain, metode apa yang digabungkan dengan strategi discovry ini? Jawaban, dapat digabungkan dengan strategi ekspository learning berdasarkan kelemahan yang terdapat dalam discovry, untuk menutupi kelemahan metode discovry ini dikolaborasikan dengan innquiri.
5.       Bagaiman cara mengetahui besar kecilnya suatu kelas? Jawaban, cara mengatahui besar kecilnya kelas tergantung dari jumlah siswa yang ada dalam kelas, dikatakan jumlah siswa yang kecil antara 20-25 orang sedangkan kelas yang besar antara 30-35 orang.
6.       Bagaimana proses dari sintak-sintak kegiatan siswa dan guru dalam metode discovry ini? Jawaban, kegiatan atau intraksinya yaitu guru menyiapkan sedangkan siswa melaksanakannya.
C.     ELEMEN  YANG MENARIK
*      Elemen yang menarik pada metode ini terdapat pada tujuannya dimana metode discovry ini meningkatkan keterlibatan siswa dalam menemukan dan memperoses bahan ajarannya maksudnya dalam metode ini siswa benar-benar terlibat dalam menemukan sendiri informasi, disamping itu juga metode ini bertujuan mengurangi ketergantungan siswa pada guru untuk mendapatkan pelajaran artinya disini siswa tidak hanya bergantung pada guru untuk mendapatkan pelajaran tetapi siswa berusaha sendiri untuk mendapatkan pelajaran dengan kata lain siswa tidak hanya mengandalkan guru tetapi siswa itu sendiri yang akan berusaha.
*      Elemen yang menerik pada metode ini juga terdapat pada kelebihan discovry dimana metode ini mengarahkan sendiri siswanya untuk belajar sehingga siswa merasa terlibatdantermotivasi sendiri untuk belajar artinya siswa mampu mengarahkan sendiri caranyabelajar.
D.      REFLEKSI   DIRI
Banyak pengetahuan yang saya peroleh pada pertemuan kali ini.  Saya memahami bahwa bahwa strategi pembelajaran tentang metode discovry (penemuan) sangat bagus karena mengarahkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode discovry ini merupakan suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar  guru memperkanakan siswanya dalam menemukan sendiri informasi.
Menurut saya, cara guru menerapkan metode ini adalah pertama seorang guru harus memberikan arahan kepada siswa tentang metode penemuan  serta didukung oleh sumber pengetahuan yang memadai sepertibuku,perpus,internet dan lain-lainsehingga dapat membuka wawasan siswa. Kedua guru harus memberikan motivasi kepada siswa untuk mencari dan menggali informasi,ide keterampilan,serta kemampuan berfikir dan mengajarkan siswa bagaimana belajar yang efektif dan sistem matis sehingga kedepannya dihasilkan siswa yang dapat meningkatkan kemampuan dalam belajar karena mereka sudah mendapat proses pembelajaran yang tuntas. Ketiga ggguru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati kegiatan sesuai dengan kebutuhannya artinya siswa diberi kesempatanoleh guru untukmengamati selanjutnya guru harus menunjukkan antusiasme dalam melakukan kegiatan dengan tujuan agar siswa semangat pada saat kegiatan berlangsung.
Menurut saya,  cara seorang guru mengatasi  siswa yang skeptisisme adalah pertama seorang guru harus meyakinkan siswa supaya siswa tidak ragu terhadap mata pelajaran yang dipelajari, kedua guru nenberikan arahan dan bimbingan  kepada  siswa,ketiga guru harus memberikan semangat dan motivasi kepada siswa agar rasa percaya diri pada tumbuh,selanjutnya guru jangan menjatuhkan mental siswa agar siswa tidak ragu-raguterhadap pelajaran yang diberikan terakhir guru harus memberikan fasilitas kepada siswa, sedangkan menurutbuku yang saya baca skeptisisme adalah orang yang terlalu banyak bertanya,tukang protes/tidak percaya banyak hal oleh karena itu seorang skeptik disebut sebagai orang yang bersikap negatif terhadap banyak hal karena tidak mempercayai banyak hal/meragukan setiap hal. Dengan demikian masyarakat menganggap “skeptisme” suatu hal yang negatif karena sifatnya yang selalu menegasi banyak hal. Jadi skeptisisme disini artinya ragu-ragu atau meragukan.
Menurut saya, metode discovry ini bisa menjamin keberhasilan siswa dan dapat memiliki kemampuan yang berkualitas karena dimana yang telah dijelaskan oleh pemakalah bahwa metode ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam menemukan dan memperoses bahan ajarannya artinya siswa tidak hanya berdiam diri menunggu pelajaran dari guru tetapi siswa aktif dalam mencari/menemukan sendiri informasi dalam menemukan materi yang akan dipelajari. Jadi tugas guru disini hanya memberikan arahan,bimbingan,serta memfasilator siswa.
Menurut sya,metode discovry ini dapat digabungkan dengan metode lain yaitu strategi ry ini pembelajaran inquiri dimana metode discovry mengarahkan keterampilan siswa dalam memecahkan maslah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan sedangkan inquiri ini rangkain kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu maslah yang dipertanyakan. Jadi kedua metode ini saling dapat digabungkan karena keduanya saling berkaitan dimana discovry merupakan bagian dari inquiri sedangkan inquiri merupakan perluasan proses discovry ayng digunakan lebih mendalam artinya metode discovry ini dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri, metode ini juga dapat membangkitkan gairah  siswa dalam menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah.
Menurut saya, cara mengetahui besar kecilnya sustu kelas adalah dilihat dari jumlah siswa yang ada dalam kelas dimana jumlah siswaa sangat mempengaruhi kelas artinya apabila siswanya banyak makan akan mempengaruhi proses belajar karena pengaruh banyaknya siswa dan dan siswa yang banyak biasanya sulit diatur sedangkan jumlah siswa yang sedikit tidak akan berprngaruh.

Pembelajaran Kooperatif
A.  KONSEP YANG DIPELAJARI
1.  Sejarah Perkembangan Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif diyakini sebagai praktek pedagogis untuk meningkatkan proses pembelajaran, gaya berpikir tingkat tinggi, prilaku sosial sekaligus kepedulian terhadap siswa-siswa yang memiliki latar belakang kemampuan penyesuaian dan kebutuhan yang perilaku sosial  berbeda-beda.
Pembelajaran kooperatif sudah banyak diteliti lebih dari 3 dekade lalu. Penelitian pada saat itu umumnya berfokus pada perbedaan antara pembelajaran yang menekankan pada kerja sama siswa dan pembelajaran yang mengikut sertakan seluruh siswa dalam satu instruksional yang terpusat. Perkembangan pembelajaran kooperatif dimulai dari isu dinamika kelompok yang digagas oleh dewey, moreno, dan lewin. Perkembangan ini lalu berlanjut dengan dielaborasikannya pembelajaran kooperatif ini dengan pebelajaran kompetitif dan induvidualis.
2.  Pengertian Strategi Pembelajaran Kooperatif
Strategi adalah daya upaya dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses mengajar agar tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai dan berhasil (Retno Dwi Suyanti, 2010).
Pembelajaran adalah sesuatu yang dilakukan oleh siswa, bukan dibuat untuk siswapembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran ini adalah pendidik(perorangan/berkelompok), serta peserta didik yang berinteraksi edukatif antara satu dengan lainnya.
Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham kontruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar belum dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.
3.  Unsur-unsur Dasar dalam Pembelajaran Kooperatif Menurut Lungdren (1994) sebagai berikut:
·         Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama.”
·         Para siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap peserta didik lain dalam kelompoknya
·         Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama.
·         Para siswa membagi tugasdan berbagi tanggung jawab diantara para anggota kelompk.
·         Para siswa akan diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi kelompok.
·         Setiap siswa akan diminta pertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kooperatif.
4.  Ketentuan Utama dalam Pembeljaran Kooperatif
o   Memberikan pengayaan struktur interaksi antara siswa
o   Berhubungan dengan ruang lingkup pokok pembelajaran dan kebutuhan pengembangan bahasa dalam kerangka organisasi
o   Meningkatkan kesempatan-kesempatan bagi individual untuk menyebutkan saran-saran
5.  Prinsip-prinsip dalam Pembelajaran Kooperatif
a.    Saling Ketergantungan Positif
Dalam pembelajaran kooperatif, setiap anggota kelompok sadar bahwa mereka perlu bekerja sama dalam mencapai tujuan, suasana tersbut dapat diciptakan melalui berbagai strategi, yaitu :
1)    Saling ketergantungan dalam pencapaian tujuan. Dalam hal ini masing-masing siswa merasa memerlukan temannya dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran.
2)   Saling ketergantugan dalam menyelesaikan tugas. Dalam hal ini masing-masing siswa membutuhkan teman dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran.
3)   Saling ketergantungan bahan atau sumber belajar. Siswa yang tidak memiliki sumber belajar akan berusaha meminjam pada temannya dan sebaliknya.
4)   Saling ketergantungan peran. Siswa yang sebelumnya sering bertanya pada temannya, suatu saat ia akan berusaha mengajari temannya yang mengalami masalah, demikian juga untuk siswa yang sering meminjam bahan ajar pada temannya suatu saat akan meminjamkan pula pada temannya yang lebih memutuhkan.
5)   Saling ketergantungan hadiah. Penghargaan atau hadiah yang diberikan kepada kelompok, karena hasil kerja adalah hasil kerja kelompok, bukan hasil kerja individual atau perorangan.
b.    Saling Tatap Muka
Interaksi tatap muka menuntut para siswa dalam kelompok saling bertatap muka sehingga mereka dapat melakukan dialog, tidak hanya dengan guru tetapi dengan sesama siswa. Jadi dalam hal ini semua anggota kelompok berinteraksi saling berhadapan, dengan menerapkan keterampilan bekerja sama dalam menjalin hubungan sesama anggota kelompok.
c.    Akuntabilitas Individual
Setiap anggota harus belajar dan menyumbangkan pikiran demi keberhasilan pekerjaa kelompok.
d.    Keterampilan Menjalin Hubungan Antar Pribadi
Dalam pembelajaran kooperatif dituntut untuk membimbing siswa agar dapat berkolaborasi, bekerja sama, dan bersosialisasi antar anggota kelompok.
6.  Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif
§  Untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif.
§  Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
§  Jika dalam kelas terdapat siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya, jenis kelmin yang berbeda maka diusahakan utuk membentuk kelompok yang terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin pula.
§  Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.
7.  Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif
v  Kelebihan
Ø  siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
Ø  siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Ø   meningkatkan ingatan siswa.
Ø  meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajara.
v  Kelemahan
Ø  Pada saat diskusi biasanya didomonasi oleh seseorang
Ø  Waktu yang dibutuhkan tidak cukup
Ø  Adanya persaingan atau kompeten antara siswa.
B.  MASALAH-MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1)    Jelaskan maksud dari saling ketergantunagan hadiah? Jawaban, saling ketergantungan hadiah maksudnya didalam satu kelompok itu bekerjasama dalam mencapai tujauan bersama dan pada saat mencapai prestasi semua kelompok mendapatkan hadiah bukan perindividu.
2)   Aturan-aturan seperti apa yang diterapkan dalam strategi pembelajaran kooperatif? Jawaban, aturan yang diterapkan dalam pembelajaran kooperatif ini adalah pembentukan kelompok atau tim kecil yang dibuat oleh guru terhadap para siswa kemudian guru memberikan materi yang akan didiskusik bersama pada tiap kelompok kemudian hasil diskusi akan dipersentasikan oleh kelompok, kelompok disusun secara heterogen untuk melakukan aktivitas bersama dan mendapatkan prestasi bersama.
3)   Dalam strategi pembelajaran kooperatif ini apakah semua strategi yang  ikut diterapkan didalamnya jika hanya salah satu yang diterapkan manakah yang harus dipilih? Jawaban, tidak karena dalam strategi kooperatif terdapat beberapa metode pembelajaran didalamnya jadi tidak mungkin semuanya diterapkan, tergantung dari guru dalam menerapkankan strategi pembelajaran ini dan materi yang akan dibahas.
4)   Apakah dalam penerapan kooperatif ini untuk mencapai ketuntasan belajar apakah bisa mengefisien waktu? Jawaban, jika waktunya habis maka guru memberikan tugas rumah atau meresitasi.
5)   Apa maksud dari mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi? Jawaban,   yang dimaksud dengan mengembengkan keterampilan berpikir tinggi adalah pembelajaran yang menuntut kita untuk berpikir kritis,kreatif dimana siswa akan berinteraksi didalam suatu kelompok, dari berpikir kritis ini juga siswa mampu menganalisis lebih lanjut apa yang dipelajari pada saat siswa mampu berpikir kritis berarti siswa sudah mampu berpikir tingkat tinggi.
6)   Jelaskan kelebihan dan kelemahan strategi pembelajaran kooperatif secara umum? Jawaban, kelebihan dari pembelajaran kooperatif secara umum antara lain  mampu menciptakan interaksi antara siswa dengan siswa, siswa juga dapat mengembangkan keterampilan,dengan pembelajaran kooperatif ini juga dapat meningkatkan ingatan siswa,siswa bertanggung jawab dan terlibat secara aktif, dan juga meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran sedangkan kelemahan strategi pembelajaran kooperatif ini antara lain dapat terjadi kurangnya atau waktu tidak cukup, sering terjadi egoisme pada siswa, dan juga sering terjadi kompetisi atau persaingan pada siswa.
C.  ELEMEN YANG MENARIK
*      Adapun elemen yang menarik menurut saya dalam strategi pembelajaran kooperatif ini dimana elemen yang menarik disini terdapat pada tujuan pembelajaran kooperatif dimana tujuannya ini adalah untuk meningkatkan hasil akademik. Dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik artinya disini bahwa dengan berkelompok siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dimana pada saat siswa kesulitan dalam menyelesaikan tugas atau masalah siswa tersebut bisa menanyakannya langsung kepada yang bisa, tujuan kedua adalah siswa mampu menjadi nara sumber bagi siswa yang kurang mampu artinya disini siswa yang bisa akan menjelaskan kepada teman-temannya yang tidak bisa dimana tujuan yang kedua ini memberi peluang agar siswa dapat menerima temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belakang baik perbedaan kemampuan akademis,suku,agama,maupun tingkat sosial sedangkan tujuan yang ketiga dari pembelajaran kooperatif ini adalah mengembangkan keterampilan siswa maksudnya disini adalah keterampilan siswa dalam proses belajar mengajar bersama kelompoknya dimana dalam kelompok itu masing-masing mempunyai pendapat yang berbeda.
*      Elemen yang menarik juga terdapat pada prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif dimana siswa saling ketergantungan positif maksudnya dalam setiap anggota kelompok perlu bekerja sama dalam mencapai  tujuan bersama artinya dalam kelompok itu masing-masing siswa merasa memerlukan temannya dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran yang baik. Prinsip kedua adalah saling tatap muka  dalam tatap muka ini akan terjadi interaksi antar siswa dengan siswa didalam kelompoknya sehingga mereka dapat melakukan dialog, interaksi disini tidak hanya terjadi antara siswa dengan siswa tetapi siswa dengan duru, prinsip selanjutnya disini adalah akubilitasi individual dimana dalam satu kelompok itu masing-masing anggota harus menyambungkan pikiran atau pendapat demi keberhasilan pekerjaan kelompoknya. Dan prinsip selanjutnya adalah keterampilan menjalin hubungan antar pribadi maksudnya disini masing-masing siswa dalam satu kelompok memiliki keterampilan dimana keterampilan yang berbeda ini akan dihubungkan sehingga siswa dalam satu kelompok bekerjasama mengarah pada tujuan bersama.
D.  REFLEKSIDIRI
Banyak pengetahuan yang saya peroleh pada pertemuan kali ini. Saya  memahami bahwa strategi pembelajaran kooperatif ini bagus diterapkan karena model pembelajaran kooperatif disini menuntut siswa untuk aktif baik aktif didalam kelas maupun aktif dalam kelompoknya dimana pembelajaran kooperatif disini merupakan pembelajaran meningkatkan kerja sama antar siswa.
 Pembelajaran kooperatif ini juga bagus diterapkan karena merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham kontruktivis dimana siswa membina sendiri pengetahuannya secarara aktif berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang ada kemudian siswa akan menyesuaikan pengetahuan yang diterima dengan pengetahuan yang ada untuk membina pengetahuan yang baru.
Penerapan pembelajaran kooperatif ini merupakan kemampuan untuk menerapkan materi dalam suasana baru, artinya dalam menerapkan pembelajaran kooperatif ini bisa dilakukan dengan model-model pembelajaran kooperatif diantaranya model pembelajaran STAD,JIGSAW dan sebagainya. Pembelajarn kooperatif ini juga merupakan kegiatan belajar mengajar secara kelompok kecil dimana siswa belajar dan bekerjasama untuk sampai kepada pengalaman belajar yang optimal baik pengalaman kelompok maupun pengalaman individu oleh karena itu, pembelajaran kooperatif didasarkan pada teori-teori perkembangan kognitif.
E. PENAMBAHAN/KOMENTAR
Menurut saya, saling ketergantungan hadiah disini maksudnya adalah penghargaan atau hadiah yang diberikan oleh guru kepada kelompok karena merupakan hasil kerja kelompok bukan hasil kerja individual atau perorangan sehingga hadiah yang diberikan tersebut merupakan hadiah untuk semua kelompok artinya hadiah tersebut tidak hanya milik satu orang melainkan semua anggota kelompok karena untuk mendapatkan hadiah tersebut anggota kelompok bekerja sama.
Menurut saya, aturan-aturan apa yang diterapkan dalam strategi pembelajaran kooperatif disini adalah pada dasarnya aturan-aturan yang diterapkan sama dengan model-model pembelajaran yang sudah dibahas oleh kelompok lain karena model pembelajaran yang sudah dibahas adalah bagian dari pembelajaran kooperatif dimana pada intinya pembelajaran kooperatif diterapkan secara berkelompok dimana dalam kelompok ini bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama dan dalam kelompok tersebut terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi, rendah dan sedang atau kelompok yang dibuat secara heterogen dimana sebelum proses pembelajaran dimulai guru akan membentuk kelompok atau tim dimana kelompok yang dibuat secara haterogen setelah itu guru akan memberikan materi pada setiap kelompok dimana materi yang diberikan oleh guru dalam setiap kelompok itu berbeda-beda, materi ini juga tidak hanya diberikan oleh guru tetapi materi tersebut akan ditentukan oleh kelompok atau siswa dengan tujuan materi yang dibuat oleh siswa dapat dipahami sehingga pada saat persentasi siswa akan mudah dalam menjelaskan karena mereka sendiri yang membuat atau menentukan materinya sendiri. Setelah pemberian materi kemudian siswa akan membeahas atau berdiskusi dengan kelompoknya tentang materi yang sudah diberikan oleh guru setelah materi didiskusikan dengan kelompok maka materi tersebut akan dipersentasikan oleh masing-masing kelompok dimana pada saat persentasi itu guru dapat mengetahui sampai mana kemampuan siswa dalam memahami materi yang diberikan tersebut kemudian guru akan memberikan penilaian kepada masing-masing kelompok segtelah penilaian diberikan maka guru dapat menentukan kelompok atau tim mana yang dianggap paling berprestasi untuk kemudian diberikan hadiah.
 Dalam strategi pembelajaran kooperatif ini apakah semua model strategi ini harus diterapkan, menurut saya tidak karena pada intinya semua model pembelajaran kooperatif ini mempunyai tujuan yang sama tetapi cara penerapannya yang bebeda, sedangkan kalau disuruh memilih model pembelajaran yang mana yang paling tepat untuk dipilih disini menurut saya semua model pembelajaran kooperatif ini adalah tepat tetapi tergantunga dari guru atau siswa yang melaksanakan atau melakukan pembelajaran tersebut dan tergantung materi yang akan dibahas dan tergantung waktunya juga apakah memungkinkan atau tidak karena disini waktu juga sangat berpengaruh.
Dalam menerapkan model pembelajaran ini untuk mencapai ketuntasan apakah bisa mengefesian waktu, menurut saya bisa dimana untuk mengefesien waktu ini guru harus menentukan waktu pada saat diskusi atau persentasi misalnya guru menentukan waktu untuk persentasi masing-masing anggota sama-sama 10 menit dan untuk dan untuk penanya atau untuk memberikan jawaban ditentukan waktunya sehingga dalam menerapkan strategi pembelajaran ini dapat mencapai ketuntasan artinya masing-masing kelompok sudah ditentukan waktunya untuk persentasi.
Pendapat saya sama dengan pemakalah tetapi sedikit saya tambahkan mengembangkan berpikir tingkat tinggi disini adalah dimana pembelajaran yang menuntuk seorang siswa untuk berpikir kreatif,kritis artinya siswa mampu menganalisis apa yang sedang dipelajari dimana siswa mampu memberi tanggapan atau pendapat tentang apa yang sudah dipelajari sehingga siswa dapat memahami tentang apa yang telah dipelajari.
Menurut saya, kelebihan dan kelamahan umum dalam strategi pembelajaran kooperatif ini dimana kelebihannya antara lain mampu memberikan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan,siswa juga mempelajari tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran, siswa juga dapat mengembangkan berpikir tingkat tinggi sedangkan kelemahannya antara lain pada saat diskusi terkadang didomonasi oleh siswa yang berkemampuan tinggi hal ini yang menyebabkan siswa yang lain menjadi pasif,dan kecendrungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,kelemahan selanjutnya adanya persaingan atau kompetensi antar siswa atau kelompok.

Cooperative Learning
A .   KONSEP YANG DIPELAJARI
v  Pembelajaran Cooperative Learning
Undang-undang sistem Pendidikan Nasionalnomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses inetraksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

v  Tujuan Pembelajaran Cooperative Learning
Tujuan pembelajaran kooperatif berbeda dengan kelompok konvensional yang menerapkan sistem kompetisi, di mana keberhasilan individu diorientasikan pada kegagalan orang lain. Sedangkan tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya (Slavin, 1994).
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yang dirangkum oleh Ibrahim, et al. (2000), yaitu:
1)    Hasil belajar akademik
Dalam belajar kooperatif meskipun mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.

2)   Penerimaan terhadap perbedaan individu
Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarka ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.
3)   Pengembangan keterampilan sosial
Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.


v  Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe JIGSAW
Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar  dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.  
Pada model  pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok nahli. Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan,asal,dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami  topik tertentu dan menyelesaikan tugus-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka tersebut.
 Disini, peran guru adalah mefasilitasi dan memotivasi para anggota kelompok ahli agar mudah untuk memahami materi yang diberikan. Setelah pembahasan selesai, para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok ahli.Para kelompok ahli harus mampu untuk membagi pengetahuan yang di dapatkan saat melakuakn diskusi di kelompok ahli, sehingga pengetahuan tersebut diterima oleh setiap anggota pada kelompok asal.  Kunci tipe Jigsaw ini adalah interdependence setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi yang diperlukan.
 Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian, siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.
Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (Arends, 1997).
Para anggota dari tim-tim yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi (tim ahli) saling membantu satu sama lain tentang topic pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa itu kembali pada tim / kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.
v  Langkah-langkah Model  Cooperative Learning Tipe Jigsaw
o   Guru membagi satu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri  dari  4-6 siswa dengan kemampuan yang berbeda
o   Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok asli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan persentasi masing-masing kelompok
o   Guru memberikan quis untuk siswa secara individual
o   Guru memberikan penghargaan terhadap kelompok melalui  skor berdasarkannilai
o   Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.
B.  MASALAH-MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1.     Apakah ada kendakla pada saat menerapkan pembelajaran jigsaw? Jawaban, ada diantaranya waktu, perbedaan pendapat, kurangnya kekompakan, mengandalkan yang lebih pintar,dan banyaknya siswa sehingga sulit dikontrol.
2.    Bagaimana cara menyampaikan pendapat untuk mendapatkan kesimpulan jika dalam satu kelompok ada yang tidak kompak? Jawaban, ketua kelompok memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk mengeluarkan pendapat masing-masing anggota kelompok tersebut kemudian menganalisis dari pendaapat tersebut kemudian disesuaikan dengan materi yang akan dibahas,ketua kelompok juga mengumpulkan anggota kelompoknya untuk berdiskusi.
3.    Apa keistimewaan sehingga bisa diterapkan jigsaw ini? Jawaban, keistimewaan dari jigsaw ini adalah siswa dituntut untuk aktif artinya dari interaksi antara siswa dengan siswa maka akan tercipta keaktifan dari siswa itu sendiri karena pada dasarnya model pembelajaran yang menyenangkan itu ketika perhatian siswapenuh terhadap proses pembelajaran.
4.    Bagaimana kegiatan siswa menerapkan pembelajara cooperative jigsaw? Jawaban, kegiatan dalam menerapkan pembelajaran ini antara lain: membentuk kelompok, berdiskusi, mempersentasikan, menanggapi dari kelompok lain kemudian mengajukan pendapat atau pertanyaan.
5.    Apa perbedaan pembelajaran jigsaw dengan pembelajaran kolaborasi? Jawaban, dalam pembelajaran jigsaw ini terdapat kelompok asal dan kelompok ahli dimana kelompok asal ini dibentuk secara  heterogen dan kelompok ahli bisa membentuk kelompok lain,sedangkan pembeljaran kolaborasi hanya memiliki satu kelompok yaitu kelompok asal saja.
6.    Syarat-syarat dari model pembelajaran jigsaw sehingga bisa berjalan lancar? Jawaban, kelompok asal dan kelompok asli, memiliki tanggunga jawab dan kerja sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan memecahkan masalah yang biberikan.
C.  ELEMEN YANG MENARIK
Adapun  elemen yang menarik yang akan dibahas pada ppembelajaran jigsaw  ini  antara lain:
*      Pembelajaran kooperatif  jigsaw adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran artinya apabila salah satu anggota kelompok yang belum bisa atau belum paham maka tugas anggota kelompoknya yang sudah bisa mengajarkan kepada yang belum bisa. Jadi proses yang diterapkan disini adalah senasib sepenanggungan maksudnya satu yang bisa yang lain juga harus bisa.
*      Pada pembelajaran kooperatif jigsaw ini terdapat tujuan dari pembelajaran ini yaitu menciptakan situasi  dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya artinya  apabila  dalam satu kelompok semua anggotanya aktif  atau kompok baik dalam bekerjasama maupun berpendapat maka bisa dijamin semua  anggotanya akan berhasil.
D.   REFLEKSI DIRI
Banyak pengetahuan yang saya peroleh pada pertemuan kali ini terutama pada pembelajaran kooperatif dimana  pembelajaran kooperatif berbeda dengan pembelajaran konvensional yang menerapkan sistem kompetisi, di mana keberhasilan individu diorientasikan pada kegagalan orang lain. Sedangkan pada pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.
Menurut  saya, banyak kendala pada saat diterapkan pembelajaran jigsaw ini diantaranya : kurangnya kekompakan  maksudnya dalam setiap kelompok tidak semua anggotanya yang aktif, kurangnya kerjasama maksudnya  dalam kelompok tidak semua  anggotanya yang ikut mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, adanya perbedaan pendapat maksudnya  dalam satu kelompok itu terdiri dari 4-6 orang dimana masing-masing anggota mempunyai pendapat yang berbeda-beda sehingga antara yang satu dengan yang lain sulit untuk mengalah artinya sama-sama keras mempertahankan pendapat masigng-masing sehingga timbul keegoisan pada diri siswa, mengandalkan yanglebih pintar maksudnya pada pembelajaran jigsaw ini penggabungan antara yang ahli dengan yang tidak ahli dimana biasanya dalam suatu kelompok siswa yang lebih pintar diandalkan oleh siswa yang kurang pintar artinya ketika ada permasalahan/pertanyaan dari kelompok lain yang tidak bisa diselesaikan siswa yang lebih pintar akan diandalkan untuk menyelesaikannya, jumlah siswa yang terlalu banyak yang mengakibatkan perhatian guru terhadap proses pembelajaran relatif kecil sehingga yang hanya segelintir orang yang menguasai arena kelas, yang lain hanya sebagai penonton, Kurangnya buku sumber sebagai media pembelajaran, terbatasnya pengetahuan siswa akan sistem teknologi dan informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran.
Menurut saya, cara menyampaikan pendapat dalam suatu kelompok apabola ada yang tidak kompak antara lain: pertama ketua kelompok harus tegas dan membuat persyaratan dimana apabila ada anggotanya yang tidak kompak maka ketua harus memberi sanksi atau ngelapor kepada gurukarena ketua kelompok mempunyai wewenang untuk mengatur anggota-anggotanya, kedua ketua kelompok memberikan kesempatan kepadamasing-masing anggotanya untuk mengeluarkan pendapat apabila ada pendapat yang berbeda dari anggotanya maka tugas ketua kelompok untuk meluruskan pendapat tersebut.
Menurut saya keistimewaan yang bisa diterapkan dalam pembelajaran jigsaw ini adalah meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain.Disini siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain.Meningkatkan  bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan artinya pembelajaran secara kooperatif ini merupakan pembelajaran yang meningkatkan adanya kerjasama antar kelompok dan menegaskan dalam penguasaan materi sehingga siswa yang ahli bisa mengajarkan materi pada kelompoknya.
Menurut sya, kegiatan siswa dalam menerapkan pembelajaran kooperatif ini jigsaw ini adalah pertama membentuk kelompok dimana dalam kelompok terdiri dari yang ahli dan yang tidak ahli,kedua tugas kelompok ndimana pada tugas kelompok ini siswa dituntut untuk bekerjasama dengan kelompoknya,ketiga diskusi dimana pada saat berdiskusi kelompok yang ahli masuk kekelompok yang lain sedangkan kelompok yang asli tetap dikelompoknya setelah itu siswayang ahli kembali kekelompoknya masing-masing, keempat persentasi maksudnya disini tugas yang sudah didiskusikan kemudian dipersentasikan selanjutnya kelompok lain akan mengajukan masalah atau pendapat kemudian kelompok yang persentasi tersebut akan mempertanggung jawabkan hasilnya didepan.
Menurut saya, perbedaan pembelajaran jigsaw dengan penbelajaran kolaborasi adalah pembelajaran jigsaw merupakan penggabungan antara siswa yang ahli dengan yang tidak ahli dimana siswa yang ahli ini ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompoknya yang tidak ahli sedangkan pembelajaran kolaborasi merupakan kelompok yang haya terdiri dari satu kelompok artinya dalam kolaborasi ini tidak digabungkan antara yang ahli dengan yang tidak ahli. Sedangkan persamaannya adalah sama-sama membentuk kelompok.
Menurut saya, syarat-syarat model pembelajaran jigsaw ini anatara lain: pertama Saling ketergantungan positif dimana keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya, kedua tanggung jawab perseorangan maksudnya  setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik, ketiga tatap muka maksudnya setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan. Keempat komunikasi antar kelompok artinya pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi, karena keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. Kelima evaluasi proses kelompok maksudnya pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.


Partisipatori
A.    KONSEP  YANG DIPELAJARI
III.      Pengertian “Partisipatori”
Pelibatan seseorang atau beberapa orang dalam suatu kegiatan. Perencanaan partisipatori berarti perencanaan yang melibatkan beberapa orang dalam suatu kegiatan perencanaan. Prinsip yang mendasari pendekatan partisipatori adalah pertukaran informasi, konsultasi, pengambilan keputusan, inisiatif, efektivitas, efisiensi, pemberdayaan dan keseimbangan.  Partisipasi juga memerlukan  prasyarat  dari pemangku kepentingan yaitu  adanya keterwakilan secara demokratis, keterlibatan, kapasitas, kontribusi, tanggung jawab, serta komunikasi dan pertukaran informasi.
Lebih spesifik, partisipatori sebagai suatu kerangka ko-manajemen yakni pertalian hubungan diantara pemangku kepentingan yang bersama-sama dalam proses manajemen untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.    Ko-manajemen berkaitan erat dengan partisipasi dan kebijakan karena disana terdapat dua atau lebih aktor yang melakukan negosiasi, menentukan dan menjamin fungsi manajemen dan tanggung jawab diantara mereka pada suatu sumber daya di area tertentu. Partisipatori adalah metode pembelajaran yang lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh.

IV.      Penerapan Metode Partisipator
Metode partisipatori diterapkan ketika guru mengharapkan peran siswa secara penuh. Adapun ciri yang menonjol dari metode partisipatori adalah:
1.     Belajar dari realitas atau pengalaman
2.    Tidak menggurui
3.    Dialogis
  V.      Prinsip Dasar Metode Partisipator
o   Berkaitan dengan penyikapan guru kepada siswa, partisipatori beranggapan bahwa: Setiap siswa adalah unik. Siswa mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh karena itu, proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang.
o   Anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak.
o   Dunia anak adalah dunia bermain
o   Usia anak merupakan usia yang paing kreatif dalam hidup manusia
VI.      Alasan Penggunaan Metode Partisipatori
o   Metode partisipatori menekankan keterlibatan siswa secara penuh
o   Siswa ditempatkan sebagai subjek pembelajaran
o   Kegiatan belajar mengajar diharapkan berlangsung menyenangkan
o   Terjadi interaksi positif antara pengajar dengan pembelajar.
VII.      Pelaksanan Partisipatori
§  Metode partisipatori menekankan keterlibatan siswa secara penuh
§  Siswa ditempatkan sebagai subjek pembelajaran
§  Kegiatan belajar mengajar diharapkan berlangsung menyenangkan
§  Terjadi interaksi positif antara pengajar dengan pembelajar.
Menyatakan bahwa dewasa ini ada kecenderungan untuk kembali ke pemikiran bahwa anak didik akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah.
Kegiatan belajar mengajar akan menarik dan disukai oleh para siswa jika guru dapat mengemas materi pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Salah satu cara untuk menjadikan pembelajaran itu menarik adalah dengan melakukan pembelajaran di luar ruang kelas (outdor). Namun demikian, kegiatan ini sebaiknya diprogram dengan baik agar lebih mengenai sasaran.
Menyatakan bahwa dewasa ini ada kecenderungan untuk kembali ke pemikiran bahwa anak didik akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah.
VIII.      Evaluasi dan Refleksi Partisipatori
Ø  Evaluasi
o   Guru menyampaikan kriteria penilaian
o   Guru memberikan apresiasi kepada siswa dengan penamplan terbaik sesuai
dengan penilaian guru dan tanggapan para siswa.
Ø  Refleksi
o   Guru menanyakan kepada siswa tentang pembelajaran pada saat itu.
o   Guru memberikan motivasi kepada para siswa
IX.      Hasil yang Diharapkan pada Pembelajaran Partisipatori
§  Siswa mendapat inspirasi dari lingkungan sekitar
§  Siswa dapat mengembangkan imajinasi
§  Siswa memperoleh kebebasan berkarya
§  Siswa memperoleh banyak pilihan objek
§  Pembelajaran berlangsung menyenangkan
§  Meningkatkan keterampilan
B.  MASALAH-MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1.     Jelaskan apa yang dimaksud dari keriga point pada penerapan metode partisipator? Jawaban, belajar dari realitas atau pengalaman maksudnya siswa belajar dari pengalamannya sendiri misalnya siswa melaksanakan diskusi diluar kelas dan siswa dapat belajar dari pengalaman yang didiskusikan.
2.    Bagaimana upaya guru agar siswa bisa mencapai yang diharapkan? Jawaban, guru harus memberikan pengalaman,pengetahuan,dan pemahaman bagi siswa sehingga siswa dapat memiliki kemampuan,baik kemampuan akademis maupaun kemampuan emosianal.
3.    Bagaimana proses dari pelaksanaan partisipatori? Jawaban, selama pelaksanaan guru tetep berada ditengah-tengah untuk mengontrol siswa guru juga membagi siswa secara berkelompok selanjutnya guru memberi batas waktu.
C.  ELEMEN YANG MENARIK
*      Elemen yang menarik pada metode partisipatori ini terdapat pada penggunaan metode ini dimana pada penggunaan metode ini terjadi interaksi yang positif antara siswa dengan guru yakni pada saat proses belajar mengajar apabila ada kesulitan yang dialami oleh siswa maka siswa akan menanyakannya kepada guru
*      Elemen yang menarik juga terdapat pada refleksi dimana guru memberikan motivasi kepada siswa, maksudnya disini adalah dalam proses pembelajaran seorang guru harus memberikan motivasi kepada siswanya agar siswa mampu mengembangkan potensi belajarnya secara maksimal
*      Kegiatan belajar mengajar akan menarik dan disukai oleh para siswa jika guru dapat mengemas materi pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Salah satu cara untuk menjadikan pembelajaran itu menarik adalah dengan melakukan pembelajaran di luar ruang kelas (outdor). Namun demikian, kegiatan ini sebaiknya diprogram dengan baik agar lebih mengenai sasaran.
D.  REFLEKSI DIRI
Pada pertemuan kali ini saya banyak mendapatkan pengetahuan meskipun sedikit masih bingung dengan isi materi tersebut. Saya memehami bahwa partisipatori ini bagus diterapkan karena metode pembelajaran ini melibatkan siswa secara penuh dalam proses belajar mengajar, dimana partisipatori ini termasuk dalam tindakan-tindakan kompromi,negosiasi,dan kerjasama dalammenyelesaikan tugas.
Menurut saya, proses dari pelaksanaan partisipatori ini adalah pertama guru menyampaikan indikator yang harus dicapai oleh siswa maksudnya guru mengembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompoknya, guru juga memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang materi yang akan dipelajari kedua, guru membagikan siswa menjadi beberapa kelompok  dengan tujua untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerjasama dengan baik ketiga, setiap kelompok diberi tempat mengerjakan yang berbeda artinya dalam setiap kelompok tersebut mengerjakan materi yang berbeda-beda keempat, guru memberi batas waktu maksudnya disini guru memberi batas waktu dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru kelima, selama pelaksanaan pembelajaran guru tetap berada ditengah-tengah siswa untuk mengontrol siswa artinya ketika siswa mengalami kesulitan pada saat pemnbelajaran maka guru akan meluruskan dan memberikan solusi. Jadi pada saat pelaksanaan inilah akan terjadi interaksi antara guru dengan siswa.
Menurut saya, maksud dari penerapan metode partisipatori ini adalah pertama belajar dari realita atau pengalaman maksudnya siswa belajar dari pengalamnnya sendiri artinya siswa akan mudah memahami kpnsep apabila disertai dengan contoh-contoh konkrit dan dikerjakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi dengan memperaktekkan sendiri upaya penemuan konsep melalui perlakuan terhadap kenyataan fisik melalui penggunaan benda-benda yang benar-benar nyata, kedau tidak menggurui maksudnya siswa itu tidak sekedar tau, ketiga dialogis artinya pelajaran yang dapat diterima oleh siswa maksudnya disini pada saat guru menjelaskan atau mengaplikasikanpelajaran siswa dapat memahami atau menerima pelajaran tersebut.





Probelm Posing
A .   KONSEP YANG DIPELAJARI
1.  Pengertian “Probelm Posing”
Probelm posing adalah istilah dalam bahasa inggris yaitu dari kata “probelm” artinya masalah,soal/persoalan dan kata “pose” yang artinya mengajukan. Jadi probelm posing bisa diartikan sebagai pengajuan soal atau pengajuan masalah.
Probelm posing adalah salah satu pembelajaran yang menuntut adanya keaktifan siswa baik mental maupun fisik. (Roestiah. 2001)
Pendekatan Probelm Posing merupakan salah satu model pembelajaran yang mengarah pada model pembelajaran yang bernuansa PAKEM. (Djamrah.2002)
Probelm Posing merupaka suatu model pembelajaran yang mewajibkan para siswa untuk untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri. (Ahmad sugandi dan harianto. 2004)
Pembelajaran dengan mengajukan masalah berdasarkan masalah yang tersedia disebut pembelajaran dengan pendekatan probelm posing.
2.  Langkah-langkah Pembelajaran dengan Menggunakan Pendekatan Probelm Posing
ü  Guru menjelaskan materi pelajaran kepada para siswa. Penggunaan alat peraga untuk memperjelas konsep sangat disarankan.
ü  Guru memberikan latihan soal secukupnya.
ü  Siswa diminta mengajukan 1 atau 2 buah soal yang menantang, dan siswa yang bersangkutan harus mampu menyelesaikannya. Tugas ini dapat pula dilakukan secara kelompok.
ü  Pada pertemuan berikutnya, secara acak, guru menyuruh siswa untuk menyajikan soal temuannya di depan kelas.
ü  Guru memberikan tugas rumah secara individual.
3.  Kelebihan dan Kekurangan Strategi Probelm Posing
v  Kelebihan
o   Mendidik siswa berpikir kritis
o   Siswa aktif dalam pembelajaran
o   Perbedaan pendapat antara siswa dapat diketahui, sehingga mudah diarahkan pada diskusi yang sehat
o   Belajar menganalisis suatu masalah
o   Mendidik anak percaya pada diri sendiri.
v  Kekurangan
o   Memerlukan waktu yang cukup banyak
o   Tidak bisa digunakan pada kelas-kelas rendah
o   Bisa menjadi tertinggal sebab satu dua masalah yang sulit dipecahkan memakan waktu yang tidak sedikit
o   Tidak semua siswa terampil bertanya.
B.  MASALAH-MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1)    Bagaimana cara guru menerapkan pembelajaran probelm posing ini jika alokasi waktunya berkurang dan apa maksudnya tidak dapat digunakan dikelas-kelas rendah? Jawaban, cara menerapkan pembelajaran probelm posing ini jika alokasi waktunya kurang maka siswa atau guru membentuk soal dari soal yang sudah ada atau mengambil soal dari buku lain(menjiplak soal), sedangkan maksudnya tidak dapat digunakan di kelas-kelas rendah karena strategi pembelajaran probelm posing ini dituntut agar semua siswa dapat mengajukan masalah dan dimana kelas rendah ini menyangkut kemampuan siswa.
2)   Bagaimana cara mengatasi kekurangan pembelajaran probelm posing? Jawaban, cara mengatasi kekurangan pembelajaran posing ini adalah pertama  pada saat melakukan pembelajaran probelm posing ini dibutuhkan waktu yang banyak, kedua pembelajaran probelm posing ini tidak bisa digunakan dalam kelas rendah karena disini kemampuan siswanya dalam mencapai kata cukup atau maksimal ,ketiga bisa menjadi tertinggal sebab satu dua masalah yang sulit dipecahkan mamakan waktu yang tidak sedikit cara mengatasi hal ini dengan mengambil soal yang sudah ada, keempat tidak semua siswa terampil bertanyak cara mengatasinya adalah dengan car dilatih untuk membuat soal dan kemudian mengungkapkannya didepan teman-temannya.
3)   Hal-hal apa saja yang menghambat atau kendala dalam dalam proses pembelajaran posing ini? Jawaban, yang pertama adalah waktu dimana dalam proses pembelahjaran ini membutuhkan waktu yang cukup banyak, yang kedua siswa dimana kemampuan siswa  dalam berpikir, ketiga adalah  harus memiliki siswa yang berintelektual tinggi.
4)    Bagaimana cara mensiasati siswa yang tidak mau bertanya sementara probelm posing ini di tuntut untuk bertanya? Jawaban, dengan cara memberikan motivasi dan sejarah tentang pengetahuan agr siswa menjadi penasaran serta dengan cara memberikan jaminan kepada siswa, misalnya dengan diberikan nilai/hadiah.
5)   Model probelm posing mulai dikembangkan oleh siapa,tahun berapa,dan awal mulai dikembangkan (sejarah)? Jawaban, model pembelajaran probelm posing ini mulai dikembangkan pada tahun 1989 untuk pertama kalinya istilah probelm posing diakui secara resmi oleh national concil of teacher of matematic rediction education dan dikembangkan oleh para ahli yang lain.
6)   Jika proses pembelajaran probelm posing ini diterapkan pada kelas-kelas unggulan apakah bisa menjamin semua semua siswa akan membuka cakrawala ilmu pengetahuan? Jawaban, bisa karena siswa yang ada di dalam kelas unggulan rata-rata mempunyai IQ yang tinggi.
C.  ELEMEN YANG MENARIK
Adapun  elemen yang menarik yang akan dibahas pada probelm posing ini  antara lain:
*      Probelm posing adalah salah satu pembelajaran yang menuntut adanya keaktifan siswa baik dari segi mental maupun fisik artinya siswa itu benar-benar di tuntut untuk aktif ketika belajar di dalam kelas dimana, apabila ada siswa yang tidak aktif dalam artian tidak pernah mangajukan masalah sama sekali maka siswa tersebut bisa dikatakan tidak aktif. Di samping itu juga probelm posing ini sangat penting dalam proses pendidikan karena bertanya merupakan awal dari kegiatan berfilsafat dan probelm posing ini juga bertujuan untuk merangsang pikiran siswa untuk mengeluarkan pendapat. Jadi probelm posing ini juga bisa membentuk  interaksi antara siswa dengan guru artinya apabila ada masalah yang belum bisa diselesaikan atau belum bisa di pecahkan oleh siswa otomatis siswa akan menanyakannya kepada guru. Probelm posing ini juga tidak hanya dilakukan dalam bentuk individu melainkan juga dalam bentuk kelompok. Probelm posing ini berkaitan dengan metode pembelajaran kolaborasi dan Student team achievement divisions (STAD) dimana pembelajaran kolaborasi ini terjadinya interaksi antar siswa dengan guru sedangkan STAD pemberian penghargaan kepada siswa agar siswa semangat untukbelajar.
*      Elemen yang menarik dari probelm posing ini dapat dilihat pada kelebihannya dimana  dari pembelajaran probelm posing ini terdapat point-point penting diantaranya mendidik siswa berpikir kritis maksudnya siswa dapat berpikir secara kreaktif dan juga aktif, siswa aktif dalam pembelajaran maksudnya dengan cara mengajukan pertanyaan siswa akan aktif di dalam kelas/ruangan, peradaban pendapat antara siswa dapat diketahui sehingga mudah diarahkan pada diskusi yang sehat maksudnya apabila ada pendapat yang berbeda dari siswa maka dapat diluruskan atau diarahkan pada saat diskusi, belajar menganalisis suatu masalah maksudnya dimana siswa dalam menganalisa setiap masalah, mendidik siswa pecaya pada diri sendiri maksudnya dimana siswa percaya diri pada saat tampil atau pada saat mengajukan masalah.
D.   REFLEKSI DIRI
Banyak pengetahuan yang saya peroleh pada pertemuan kali ini. Saya memahami  cara menerapkan mahami bahwa strategi pembelajaran probelm posing ini sangat penting dan sangat bermanfaat dalam proses pendidikan karena bertanya atau mengajukan masalah mengandung makna sebagai awal usaha intelektual  dan bisa terangsang untuk maju.
Menurut saya, cara menerapkan pembelajaran probelm posing  ini jika alokasi waktunya berkurang adalah dengan cara masing-masing siswa yang ada dikelas itu maksimal mengajukan pertanyaan sama-sama satu dengan tujuan agar semua siswa dapat mengajukan pertanyaan atau dengan cara mengambil soal dari buku supaya tidak memakan waktu yang banyak, sedangkan maksudnya tidak dapat digunakan dalam kelas rendah karena sebagaimana  yang kita ketahui bahwa pembelajaran probelm posing ini hanya bisa diterapkan pada kelas-kelas yang mempunyai IQ tinggi jadi kelas rendah disini maksunya adalah kemampuan siswanya yang kurang.
Menurut saya, cara mengatasi kekurangan dari pembelajaran probelm posing ini adalah yang pertama guru menambahkan waktu pada saat diskusi, kedua pada kelas rendah siswa dilatih atau dibiasakan untuk mengajukan permasalahan atau mengeluarkan  pendapat, ketiga pada saat mengajukan masalah  yang agak sulit guru bisa menambahkan waktu untuk memecahkan masalah supaya soal yang sulit bisa langsung diselesaikan pada saat diskusi, keempat disini seorang guru memberi kesempatan kepada semua siswanya untuk mengajukan pertanyaan maksimal sama-sama satu dengan tujuan agar semua siswa dapat terampil dalam bertanya.
Menurut saya, hal-hal yang menghambat dalam proses pembelajaran probelm posing ini adalah yang pertama waktu dimana dalam proses pembelajaran ini membutuhkan waktu yang banyak, kedua siswa dimana siswa ini mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam berpikir, ketiga siswa tersebut harus memiliki intelektual.
Menurut saya, cara mensiasati siswa yang tidak mau bertanya adalah yang pertama dengan cara seorang guru harus mendorong atau memotivasi siswa agar semangat siswa untuk bertanya itu ada, kedua dengan cara seorang guru memberikan hadiah kepada siswanya misalnya dengan memberikan nilai atau hadiah dengan tujuan  agar siswa mau mengajukan pertanyaan atau  masalah.
Menurut saya, jika proses pembelajaran probelm posing ini diterapkan pada kelas unggulan. Insyallah bisa diterapkan  karena dimana yang kita ketahui bahwa siswa-siswa yang ada di dalam kelas unggulan rata-rata mempunyai  IQ  tinggi dan rata-rata siswa kelas unggulan akti-aktif  tetapi kembali lagi pada siswanya apabila semua siswa yang ada dikelas unggulan akti/rajin otomatis semua siswa itu akan bisa membuka  cakrawala ilmu pengetahuannya akan  tetapai apabila sebaliknya  atau sebagian siswa yang ada dikelas unggulan tersebut yang aktif maka tidak semua siswa yang akan bisa membuka cakrawala ilmu pengetahuannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Makasih Udah Kunjungi Blog Saya :)
"Smoga Postting ini Bermanfaat"