Jumat, 30 November 2012

Larutan Elektrolik dan Nonelektrolik

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
A.  Tujuan Praktikum
*   Menguji  Daya Hantar  Listrik Berbagai Larutan dalam Air.
B.  Kajian Teori
Menurut Ilmuwan Svante August Arrhenius dari Swedia menerangkan teori ion tentang hantaran listrik melalui larutan. Arrhenius berpendapat bahwa zat-zat elektrolit yang dilarutkan dalam air akan terurai (terionisasi) menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion-ion tersebut dapat bergerak bebas sehingga menghantarkan listrik melalui larutan.
Larutan adalah campuran yang bersifat homogen atau sama. Jika melarutkan 2 sendok makan gula putih (pasir) ke dalam segelas air, maka  telah mendapatkan larutan gula. Terdapat 2 larutan yaitu; Larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit.
Larutan Elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat elektrolit. Sedangkan zat elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air terurai membentuk ion-ionnya. Zat elektrolit yang terurai sempurna di dalam air disebut Elektrolit Kuat dan larutan yang dibentuknya disebut Larutan Elektrolit Kuat. Zat elektrolit yang hanya terurai sebagian membentuk ion-ionnya di dalam air disebut Elektrolit Lemah dan larutan yang dibentuknya disebut Larutan Elektrolit Lemah.
Larutan Non-Elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat non elektrolit. Sedangkan zat non elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air tidak terurai dalam bentuk ion-ionnya, tetapi terurai dalam bentuk molekuler. Larutan elektolit dan non elektrolit dapat dibedakan dengan jelas dari sifatnya yaitu penghantaran Listrik.
Uji Elektrolit
Untuk membedakan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit dapat dilakukan pengujian dengan electrolyte tester (alat uji elektrolit), dengan kriteria sebagai berikut:
Ø Larutan elektrolit kuat Lampu menyala dan muncul gelembung gas pada elektroda.
Ø Larutan elektrolit lemah Lampu tidak menyala dan muncul gelembung gas pada elektroda.
Ø Larutan non elektrolit Lampu tidak menyala dan tidak muncul gelembung gas pada elektroda.
C.  Alat  dan  Bahan
·      Batu Baterai
·      Kabel
·      Bola Lampu
·      Batang Karbon
·      Gelas Plastik
·      Larutan Cuka
·      Larutan NaCl 
·      Larutan Sirup
·  Larutan Gula
·  Larutan Sabun
·  Larutan Jeruk
·  Larutan Susu
·  Larutan Kopi
·  Larutan Teh
·  Larutan Pewangi
D.  Cara Kerja
1.    Merangkai alat uji elektrolit :ke 2 ujung kabel di lilitkan pada batang    karbon, kabel di hubungkan dengan batu baterai dan bola lampu.
2.    Memasukkan alat uji elektrolit ke dalam gelas plastik yang berisi cuka.
3.    Mengamati perubahan pada elektrode  dan bola lampu. Kemudian mencatat hasilnya.
4.    Kemudian memasukkan alat uji elektrolit ke dalam gelas plastik yang berisi larutan NaCl, larutan sirup, larutan gula, larutan sabun, larutan jeruk, larutan susu, larutan kopi, larutan teh, dan  larutan pewangi.
E.  Hasil Pengamatan
Bahan
Perlakuan
Pengamatan









F.   Pertanyaan
a.    apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit ?
b.    apakah ciri-ciri larutan elektrolit kuat, lemah dan non elektrolit ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Makasih Udah Kunjungi Blog Saya :)
"Smoga Postting ini Bermanfaat"