Jumat, 30 November 2012

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

1.    Simbol-Simbol Bahan
No.
Simbol
Keterangan
Contoh
Deskripsi
1

Mudah meledak
Amonium nitrate, amonium perchlorate, amonium picrate, detonator untuk ammunisi, diazodinitrophenol, dinitropenol, dynamite, bubuk mesiu, picric acid, (TNT, nitro glycerine, amunisi, bubuk untuk blasting).
Semua bahan atau benda yang dapat menghasilkan efek ledakan, termasuk bahan yang dalam campuran tertentu atau jika mengalami pemanasan, gesekan, tekanan dapat mengakibatkan peledakan.

2

Cairan yang mudah menyala / terbakar (flammable gas)
Petrol, acetone, benzene, butanol, chlorobenzene, 2 chloropropene ethanol, carbon disuliphide, di-iso-propylane.
1.    Cairan yang mudah menyala/terbakar bila kontak dengan sumber penyalaan.
2. Cairan yang mempunyai titik penyalaan kurang dari 61 OC.
3. Uap dari bahan yang termasuk kelas ini dapat mengakibatkan pingsan bahkan kematian.
3
Bahan padat yang mudah menyala (flammable solids)

Sulpur, pospor, picric acid, magnesium, alumunium powder, calcium resinate, celluloid, dinitrophenol, hexamine.
Bahan padat yang mudah menyala  bila kontak dengan sumber penyalaan dari luar seperti percikan api atau api. Bahan ini siap menyala jika mengalami gesekan.
4


Bahan Padat yang Mudah Terbakar  secara spontan (spontaneously Combustible Substances)

Carbon, charcoal-non-activated, carbon black, alumunium alkyls, phosphorus.
1. Bahan padat kelas ini dalam keadaan biasa mempunyai kemampuan yang besar untuk terbakar secara spontan
2. Beberapa jenis mempunyai kemungkinan besar untuk menyala sendiri ketika lembab atau kontak dengan udara lembab
3. Juga dapat menghasilkan gas beracun ketika terbakar

5
Bahan yang berbahaya ketika basah (Dangerous when wet)

Calcium carbide, potassium phosphide, potassium, maneb, magnesium hydride, calcium manganese silicon, boron trifluoride dimethyl etherate, barium, aluminium hydride.
Padatan atau cairan yang dapat menghasilkan gas mudah terbakar ketika kontak dengan air, Bahan ini juga meningkatkan gas beracun ketika kontak dengan kelembaban, air atau asam.
6

Bahan beroksidasi (oxidizing agent)

Calcium hypochlorite, sodium peroxide, ammonium dichromate, ammonium perchlorate, chromium nitrate, copper chlorate, ferric nitrate, potassium bromate, tetranitromethane, zinc permanganate.
Bahan  ini dapat menimbukan api ketika kontak dengan material yang mudah terbakar dan dapat menimbulkan peledakan.
7
Bahan beracun

Cyanohydrin, calcium cyanide, carbon tetrachloride, dinitrobenzenes, epichlorohydrin mercuric nitrate, dll.
Bahan yang dapat menyebabkan kematian atau cidera pada manusia jika tertelan, terhirup atau kontak dengan kulit.
8
Bahan yang dapat mengakibatkan infeksi

Tisue dari pasien, tempat pengembang biakan virus, bakteri, tumbuhan atau hewan.
Bahan yang mengandung organisme penyebab penyakit.
9




Irritant (menyebabkan iritasi)
Isopropilamina, kalsium klorida dan asam dan basa encer.
Bahan dan formulasi dengan notasi ‘irritant’ adalah tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir. Frase-R untuk bahan irritant : R36, R37, R38 dan R41.
10


Bahan berbahaya bagi lingkungan

Tributil timah kloroda, tetraklorometan, dan petroleum hidrokarbon seperti pentana dan petroleum bensin.
Bahan dan formulasi dengan notasi ‘dangerous for environment’ adalah dapat menyebabkan efek tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu pada satu kompartemen lingkungan atau lebih (air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisma) dan menyebabkan gangguan ekologi Frase-R untuk bahan berbahaya bagi lingkungan : R50, R51, R52 dan R53.
11

Corrosive (korosif)
Asam mineral seperti HCl dan H2SO4 maupun basa seperti larutan NaOH (>2%).

Bahan dan formulasi dengan notasi ‘corrosive’ adalah merusak jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti asam (pH <2)>11,5), ditandai sebagai bahan korosif. Frase-R untuk bahan korosif : R34 dan R35.
12

Very toxic (sangat beracun)
Kalium sianida, hydrogen sulfida, nitrobenzene dan atripin.
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ‘very toxic’ dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat rendah jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.
13
Harmful (berbahaya)
Solven 1,2-etane-1,2-diol atau etilen glikol (berbahaya) dan diklorometan (berbahaya, dicurigai karsinogenik).
Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya ‘harmful’ memiliki resiko merusak kesehatan sedang jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Makasih Udah Kunjungi Blog Saya :)
"Smoga Postting ini Bermanfaat"