Rabu, 01 Agustus 2012

RPP Elektrolisiss SMA Kelas XII


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP 1)

Nama Sekolah        : SMAN 1 SAPE
Mata Pelajaran        : Kimia.
Kelas/Semester       : XII/I (Ganjil).
Tema                       : Elektrolisis.
Alokasi Waktu       : 2 x 45 Menit (2 Jam Pelajaran).
A.  Standar Kompetensi :
2.    Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari.
B.  Kompetensi Dasar :
2.2  Menjelaskan reaksi oksidasi-reduksi dalam sel elektrolisis.
C.  Indikator :
1.    Mengamati reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada reaksi elektrolisis melalui percobaan
2.    Menuliskan reaksi yang terjadi di anode dan katode pada larutan atau cairan dengan elektroda aktif ataupun elektroda inert.
D.  Tujuan Pembelajaran :
Setelah pembelajaran ini, diharapkan Siswa dapat :
1.    Mengamati reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada reaksi elektrolisis melalui percobaan
2.    Menuliskan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda pada larutan atau cairan dengan elektrode aktif ataupun elektrode inert.
E.  Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran :
Pendekatan : Konstruktivistik
Model         : Kooperatif Tipe STAD
Metode       : Penyampaian Informasi, Diskusi Kelompok, Penugasan.
F.   Sumber Belajar :
Ø Buku kimia SMA Kelas XII
Ø Lembar kerja siswa (LKS)
Ø Multimedia
G. Materi Pembelajaran :
Ø Susunan Sel Elektrolisis
Ø Reaksi-reaksi elektrolisis
Ø Reaksi-reaksi di Katode (Reduksi)
Ø Reaksi-reaksi di Anode (Oksidasi)
H.  Langkah-Langkah Pembelajaran :
1.    Kegiatan awal (10 menit)
a.    Menmbuka pelajaran dengan Salam
b.    Memeriksa kehadiran siswa
c.    Guru menjelaskan judul dan tujuan pembelajaran
d.   Memotivasi siswa dengan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan topik yang dipelajari.
2.    Kegiatan Inti (70 menit)
No
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
1
a.    Guru menyajikan  informasi  berupa  peta konsep tentang sel elektrolisis
b.    Guru menjelaskan reaksi-reaksi dalam sel elektrolisis.
c.    Guru memberikan contah soal
20 Menit
2
a.    Guru membagi siswa menjadi kelompok-kelompok belajar secara heterogen yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang
b.    Siswa duduk sesuai dengan kelompok masing-masing
c.     Guru memberikan LKS (Lembar kerja siswa) kepada siswa
d.    Siswa mengerjakan LKS yang  diberikan oleh guru
e.     Guru membimbing siswa dalam diskusi dengan mendatangi setiap kelompok pada saat diskusi kelompok
f.     Guru memberikan arahan kepada setiap anggota kelompok dalam mengajarkan anggota kelompok yang belum mengerti
g.    Setelah siswa selesai mengerjakan LKS (Lembar kerja siswa), salah seorang siswa sebagai perwakilan dari tiap-tiap kelompok maju di depan untuk menuliskan jawaban yang didiskusikannya.
35 Menit
3
a.    Guru memberikan evaluasi pada hasil kerja kelompok
b.    Siswa kembali ketempat duduk masing-masing
c.    Guru mengadakan Quis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa (tes individu)
d.   Guru memberikan penghargaan pada hasil skor terbaik  dari tes individu.
15 Menit
3.    Kegiatan Akhir (10 menit)
a.       Guru memberi tugas untuk pertemuan berikutnya.
b.      Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya
c.       Salam penutup.
I.     Penilaian
1.    Penilaian Hasil PR
2.    Penilaian Psikomotor
3.    Penilaian Afektif
4.    Penilaian Kognitif


Mengetahui,                                                             Mataram,     Juli 2012.


Kepala Sekolah,                                                       Guru Mata Pelajaran Kimia


…………………….........                                                 =MIRFAN=
NIP.                                                                                NIP.10.231.100.


Sintaks – Sintaks STAD

Fase – Fase Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD:
1.    Fase 1, Penyajian kelas. Guru menyajikan materi pelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Setiap awal dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD selalu dimulai dengan penyajian kelas.
2.    Fase 2, Belajar kelompok. Tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih ketrampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman dalam satu kelompok.
3.    Fase 3, Pemberian kuis. Kuis dikerjakan siswa secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok.
4.    Fase 4, Pemberian penghargaan. Pemberian penghargaan kelompok berdasarkan pada rata-rata nilai perkembangan individu dalam kelompoknya.

Sedangkan menurut Slavin (1995) belajr kooperatif tipe STAD melalui lima tahapan yang meliputi:
1.    Tahap penyajian materi, yang mana guru memulai dengan menyampaikan indicator yang harus dicapai hari itu dan memotivasi siswa tentang materi yang akan dipelajari. Dilanjutkan dengan pemberian persepsi dengan tujuan untuk mengingatkan siswa dengan materi prasarat yang telah dipelajari, agar siswa dapat menghubungkan materi yang akan dipelajari dengan pengetahuan yang dimiliki.
2.    Tahap kerja kelompok, pada tahap ini siswa diberi lembar kerja sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok siswa saling berbagi tugas, saling membantu memberikan penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memahami materi yang dibahas dan satu lembar kerja dikumpulkan sebagai hasil kerja kelompok.
3.    Tahap tes individu, untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar telah dicapai, diadakan tes secara individual mengenai materi yang telah dibahas. Skor individu didata dan diarsipkan yang nantinya akan digunakan pada perhitungan skor kelompok.
4.    Tahap perhitungan skor perkembangan individu, dihitung berdasarkan skor awal. Hal ini dimaksudkan agar siswa terpacu untuk memperoleh prestasi terbaik sesuai dengan kemampuannya.
5.    Pemberian penghargaan, diberikan berdasarkan perolehan skor rata – rata yang dikategorikan menjadi kelomok baik, kelompok hebat dan kelompok super.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Makasih Udah Kunjungi Blog Saya :)
"Smoga Postting ini Bermanfaat"