Minggu, 15 Desember 2013

Laporan PPL



BAB I
ANALISIS SITUASI DAN KONDISI SEKOLAH 
A.  Kondisi Umum Sekolah
1.    Letak Geografis SMAN 1 Sukamulia
SMAN 1 Sukamulia merupakan salah satu sekolah tertua yang ada di Desa Sukamulia Timur Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Luas areal SMAN 1 Sukamulia adalah 10.000 m2 dengan Luas bangunan adalah 823,80 m2 serta dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Ø Sebelah Utara: Kebun
Ø Sebelah Timur: Jalan dan Pemukian
Ø Sebelah Barat: Kebun
Ø Sebelah Selatan: Jalan dan Pemukian
2.    Keadaan/Kondisi Lingkungan Sekolah
SMAN 1 Sukamulia didirikan pada tahun 1997 dan beroperasi pada tahun itu juga. SMAN 1 Sukamulia memiliki kondisi lingkungan yang cukup kondusif seperti bersih, aman, disiplin, dan berada di lingkungan yang tidak dijangkau oleh kebisingan kendaraan dan keramaian kota sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan lancar.
3.    Identitas Sekolah
a.    Nama sekolah                       : SMA NEGERI 1 Sukamulia
b.    Alamat sekolah                     : jln. AMD Sukamulia, Desa Sukamulia
Kec.Sukamulia, Kab Lombok Timur, Privinsi Nusa Tenggara Barat. Telp. (0376)21366,kode pos 83652
c.    Status Sekolah                      : Negeri
d.   NSS                                      : 301230331
e.    No. Giro rekening sekolah    : 002-22.22964.01-9
ü Nama Bank                      : BPD Cabang Selong
ü Alamat                             : Selong-Lombok-Timur
f.     Pemegang rekening
Nama                                    : Drs. Mahlil
NIP                                       : 19601231 199003 1 140

4.    Kondisi Sarana Prasarana
Dalam melaksanankan program pendidikan dan pengajaran, di SMAN 1 Sukamulia di dukung oleh berbagai sarana dan prasarana seperti gedung sekolah yang luas terdiri dari kantor atau ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang wakil kepala bagian masing-masing, ruang belajar yang memadai, perpustakaan, ruang BP, ruang OSIS dan UKS, musholah, ruang komputer, ruang laboratorium, lapangan upacara dan lapangan olah raga.
Untuk lebih jelasnya tentang keadaan sarana dan prasarana SMAN 1 Sukamulia, berkaitan dengan keadaan fisik sekolah dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 1.1 Fasilitas Sekolah
No
Ruangan
Jumlah
Luas (m2)
Kondisi
Baik
Rusak
1
Kelas
16
1008

2
Laboratorium Fisika
1
144

3
Laboratorium Biologi
1
144

4
Kantin
2
130

5
Laboratorium Kimia
1
144

6
Ruang Perpustakaan
1
124,5

7
Ruang Kepala Sekolah
1
44,5

8
Ruang Wakil Kepala Sekolah
1
24

9
Ruang Guru
1
80,5

10
Ruang Tata Usaha
1
49

11
Ruang BP/BK
1
28

12
Ruang Komputer
1
72

13
Ruang Osis
1
32

14
Ruang Pramuka / PMR
1
32

15
Ruang Komputer Guru
1
32

16
Ruang Penjaga Sekolah
1
27

17
Gudang Alat Olah Raga
1
16

18
Musholla
2
90


Tabel 1.2 Jumlah Siswa
Tahun Ajaran
Jumlah Siswa

Jumlah
Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
2009/2010
186
159
149
494
2010/2011
184
180
148
512
2011/2012
179
158
170
507
2013/2014
137
145
147
429
Dari data di atas menunjukkan bahwa keadaan fasilitas dan gedung bangunan maupun luas areal SMAN 1 Sukamulia pada tahun 2013/2014 cukup memadai dan kondisi bangunan pun sangat menunjang terjadinya kegiatan proses belajar mengajar yang kondusif.
5.    Struktur Organisasi Sekolah
Dalam suatu lembaga pendidikan tidak akan bisa terlepas dari sebuah organisasi kerana dengan adanya organisasi yang terorganisir dengan baik, maka setidaknya para siswa akan termotifasi untuk meningkatkan prestasi belajarnya atau daya serap siswa tersebut. Berikut ini struktur organisasi yang ada di SMAN 1 Sukamulia.
Komite Sekolah
Kepala Sekolah
Dinas Pendidikan Lombok Timur
 


Kepala Tata Usaha
Wakasek Kerja Sama dengan Masyarakat
Wakasek Sarana dan Prasarana
Wakasek Kurikulum
Wakasek Kesiswaan
                   

Siswa
Guru - Guru
Koordinator BP/BK
 



B.  Keunggulan dan Potensi Sekolah
Keunggulan sekolah dan potensi yang dimiliki oleh SMAN 1 Sukamulia baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang non akademik (3 Tahun Terakhir) sebagai berikut:
Tabel 1.3 Profil Tamatan
Tahun Ajaran

Porsentase Tamatan
Rata-rata
Jumlah Nem
% Siswa yang Lanjut ke PT

Jalur   PBDU
Jalur SPMB
Hasil
Target
Hasil
Target
Hasil
Target
Hasil
Target
2008/2009
79,88
100
6;51
6;75
3
15


2009/2010
94,03
100
7,22
7,00
13
20


2010/2011
98,59
100
7,5
7,00
15
23


2011/2012








Tabel 1.4 Prestasi yang Pernah Dicapai oleh Sekolah
1.    Bidang Akademik
No
Kejuaraan
Peringkat
Tingkat
Tahun
1
-
-
-
2008/2009
2
-
-
-
2009/2010
3
Lomba cerdas cermat matematika
III
Sepulau Lombok
2010/2011
2.    Bidang Non Akademik
No
Kejuaraan
Peringkat
Tingkat
Tahun
1
Turnamen bola volly
I
Kabupaten
2006
2
Mardhatillah cup
III
Kabupaten
2006
3
Liga basket pelajar putra
III
Kabupaten
2006
4
Liga basket pelajar putri
IV
Kabupaten
2006
5
Festival band 1 muharram
I favorit
Kabupaten
2006
6
Tournament volly UGR
II
Kabupaten
2007
7
Pawai 1 muharram
II
Kabupaten
2008
8
Lomba lari 10 km putri
III
Kabupaten
2009
9
Lomba tandu cepat putri
III
Kabupaten
2009
10
Liga futsal pelajar
III
Kabupaten
2009
11
Lomba baca al quran putra
I
Provinsi
2013
12
Pencat silat putra
I
Provinsi
2012
13
Turnamen futsal
I

2013
                                                                                                                  
BAB II
HASIL OBSERVASI KELAS

A.  Kondisi Pembelajaran Secara Umum
Pada umumnya kondisi pembelajaran di SMAN 1 Sukamulia sangat bagus, dimana guru maupun siswa-siswanya begitu konsisten dengan waktu dan sangat menghargai waktu, bahkan semua guru bidang studi ketika bel masuk berbunyi Bapak dan Ibu guru langsung bergegas menuju kelas yang dijadwalkan untuk menyampaikan materi pembelajaran.
Dalam mengajar atau menyampaikan materi, Bapak dan Ibu gurunya menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan siswa-siswinya, bahkan menggunakan berbagai macam metode-metode mengajar seperti metode diskusi dan Tanya jawab. Selain pintar dan kreatif dalam memilih serta menggunakan metode pembelajaran, Bapak dan Ibu guru di SMAN 1 Sukamulia pula memiliki berbagai macam buku pegangan yang sumber atau referensi berbeda-beda. Selain memiliki keunggulan dalam memilih metode mengajar dan memiliki banyak buku pegangan, guru-guru di SMAN 1 Sukamulia juga begitu pintar, lancar dan baik dalam menggunakan alat-alat mengajar seperti LCD, sehingga dalam proses belajar mengajar siswa lebih mudah mengerti apa yang disampaikan.
B.  Permasalahan yang Ditemukan
Permasalahan yang ditemukan di dalam ruangan kelas selama menjalankan praktek pengalaman lapangan di SMAN 1 Sukamulia antara lain sebagai berikut :
1.    Adanya sebagian siswa yang tidak termotivasi untuk belajar karena perbedaan latar belakang dan ingin menarik perhatian dengan membuat masalah di kelas sehingga sedikit menghambat penyampaian materi.
2.    Siswa masih ragu dan takut untuk bertanya tentang materi pelajaran siswa belum dimengerti, karena mereka menganggap kemampuan guru regular lebih mampu dari pada guru praktek.
3.    Siswa-siswa menganggap mahasiswa sebagai guru bersifat sementara dan tidak terlalu mempengaruhi penilaian dalam proses belajar mengajar sehingga siswa kurang bersemangat mengikuti pelajanan dan tidak mau memperhatikan penjelasan guru. Adapun sebagian siswa yang sulit mengerti materi yang akan disampaikan sehingga perlu waktu untuk menjelaskan ulang.
4.    Pada saat kegiatan belajar berlangsung siswa meminta izin dengan alasan-alasan tertentu seperti pergi ke toilet, tetapi kadang-kadang mereka tidak masuk kekelas lagi, sehingga dapat menganggu proses kegitan belajar mengajar bahkan materi yang disampaikanpun tidak mereka dapat.
5.    Ketika praktikan memberikan materi pelajaran hanya sebagian siswa saja yang ingin mengikuti, dah bahkan siswa yang lain telat memasuki ruangan kelas meskipun mereka mengetahui bahwa di dalam kelasnya sudah ada gurunya.
6.    Motifasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam menumbuhkan suasana belajar yang komunikatif dan produktif sangat masih kurang. Kekurangan ini disebabkan karena minat belajar dari siswa itu sendiri sangat kurang.
C.  Alternatif Solusi yang Ditawarkan
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan ketekunan dan kesabaran serta kerja sama yang optimal dengan seluruh pihak yang ada di lingkungan SMAN 1 Sukamulia. Adapun alternatif solusi atau upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah :
1.    Mengadakan pendekatan terhadap siswa di luar jam belajar. Serta memberikan motivasi yang membangun kepada siswa bahwa belajar itu sangat penting.
2.    Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan agar siswa tidak cepat merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran.
3.    Memberikan pertanyaan kepada siswa yang kurang memperhatikan pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar.
4.    Memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa akan pentingnya pendidikan bagi masa depan.
5.    Memberikan teguran secara langsung kepada siswa yang kurang serius mengikuti pelajaran.

BAB III
PROFIL PEMBELAJARAN
A.  Persiapan dan Inovasi yang Dilakukan
Kegiatan praktek pengalaman lapangan (PPL) di SMAN 1 Sukamulia dimulai dari tanggal 7 September 2013  sampai dengan selesai. Sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar praktikan membutuhkan berbagai persiapan guna memperlancar kegiatan tersebut.
Adapun persiapan-persiapan yang di lakukan praktikan sebelum mengajar adalah sebagai berikut :
1.    Persiapan Fisik dan Mental
Proses belajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya menyampaikan materi pelajaran melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.
Hal ini yang menyebabkan seorang guru harus mempersiapkan mental dalam menghadapi siswa yang memiliki latar belakang berbeda. Permasalahan terkadang dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mampu menciptakan suasana yang baik dan mengembangkan hubungan yang positif dengan siswa. Kesabaran, ketekunan, sikap tegas, pandai membaca situasi sangat di butuhkan dalam menghadapi siswa sebagian besar bermasalahan.
2.    Penyusunan Program Pembelajaran
Persiapan yang dilakukan oleh praktikan selanjutnya adalah menyusun, membuat program pembelajaran serta mempersiapkan diri seoptimal mungkin untuk mengajar. Adapun program pengajaran yang digunakan di SMAN 1 Sukamulia adalah Program Tahunan (PROTA), Program Semester (PROSEM), Satuan Pembelajaran (SP) yang dikembangkan langsung dari silabus materi serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). (Contoh program pembelajaran dapat dilihat pada lampiran).
B.  Kendala yang Dihadapi
Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh praktikan selama melakukan praktek pengalaman lapangan di SMAN 1 Sukamulia adalah :
1.    Kesulitan dalam membuat perangkat pengajaran.
2.    Sulit mengendalikan peserta didik yang kurang disiplin dalam kelas.
3.    Sulit menentukan kedalaman materi yang diajarkan, penyampaian konsep-konsep penting yang akan diajarkan dan menentukan bagian-bagian yang perlu penekanan.
4.    Kurang bisa menggunakan waktu dengan efisien sehingga dalam penyampaian materi sering tidak sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan dalam skenario pembelajaran.
5.    Kesulitan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat. Kesulitan ini terjadi karena daya serap siswa berbeda terhadap materi pelajaran. Sebagian ada siswa yang daya serapnya terhadap materi pelajaran tangkap, adapula siswa yang kurang tangkap terhadap materi pelajaran.
C.  Alternatif Solusi yang Diterapkan
Adapun alternatif solusi yang diterapkan oleh praktikan dalam mengatasi kendala yang dihadapi tersebut antara lain sebagai berikut :
1.    Melakukan konsultasi kepada guru pamong bagaimana cara membuat perangkat pembelajaran yang benar dan baik.
2.    Memberikan motifasi dan perhatian khusus pada siswa dan selalu memonitor perkembangan belajar siswa.
3.    Menggunakan metode belajar yang berbeda karena siswa yang dihadapai beragam, dalam hal ini setiap siswa mempunyai perbedaan yang mendasar termasuk cara belajar.
4.    Mempersiapkan materi pelajaran yang hendak diajarkan dengan sebaik mungkin sebelum mengajar dan menentukan metode yang cocok untuk materi yang akan diajarkan sehingga proses belajar mengajar berjalan lancar.
5.    Mengubah metode proses belajar mengajar (PBM). Dengan mengubah metode PBM menjadi metode yang bervariasi maka diharapkan siswa yang bersangkutan akan lebih berkomunikasi dan bergairah mengikuti pelajaran.
D.  Evaluasi dan Tindak Lanjut
Evaluasi dan Tindak Lanjut adalah salah satu komponen manajemen program yang esensial dalam pembelajaran. Tanpa adanya Evaluasi dan Tindak Lanjut, maka akan sulit memperbaiki proses pembelajaran.
1.    Evaluasi
Setelah praktikan melakukan evaluasi dan melihat proses belajar mengajar yang berlangsung selama melaksanakan PPL, praktikan menemukan begitu banyak perubahan yang dapat dilihat baik dari guru-gurunya maupun siswa-siswanya, dimana guru-gurunya semakin meningkatkan kinerjanya dalam proses mengajar, hal ini dapat dilihat saat bell masuk berbunyi guru-guru yang memiliki jam mengajar langsung bergegas berangkat masuk di ruang kelas untuk mengajar.
Begitupun juga dengan siswa-siswa, mereka mulai menunjukan perubahan sikap, tingkah laku, serta motivasi yang baik dalam kelas saat proses belajar mengajar berlangsung. Selain perubahan sikap dan tingkah laku yang menjadi baik, hasil belajar siswa-siswa juga semakin meningkat dari hari ke hari, meskipun masih ada beberapa siswa dalam kelas tersebut satu sampai dua siswa yang sikap dan hasil belajarnya belum terlihat berubah ataupun menigkat.
2.    Tindak Lanjut
Setelah melakukan evaluasi, apabila terdapat beberapa siswa yang belum tuntas atau belum mencapai Komptensi Kelulusan Minimal (KKM) maka tindakan guru selanjutnya yaitu memeperbaiki hasil evaluasi tersebut dengan cara mengevaluasi ulang atau dikenal dengan remidial yang bertujuan untuk menjapai ketuntasan belajar siswa yang masil belum tuntas.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan, dalam kelas yang diajarkan oleh praktikan masih ada beberapa siswa yang belum mencampai ketuntasan belajar, sehingga praktikan mengevaluasi ulang atau mengadakan remedial bagi siswa-siswa tersebut. setelah praktikan melihat hasil remedial tersebut, ternyata semua yang ikut remedial mampu juga mencapai ketuntasan belajar dengan sangat baik. Sehingga ketuntasan belajar siswa di kelas yang diajarkan tersebut sudah mencapai 99% atau sudah sangat maksimal.
BAB IV
HASIL BELAJAR SISWA DAN TANGGAPAN GURU

A.  Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar biasanya dapat diketahui melalui kegiatan evaluasi yang betujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh praktikan, praktikan dapat melihat bahwa hasil belajar yang didapat siswa sangat memuaskan. Hasil belajar yang memuaskan ini dapat terwujudkan karena ketekunan, kedisiplinan dan keseriusan siswa-siswa dalam mengituki dan mendengar pada saat proses belajar mengajar berlangsung.
B.  Tanggapan Guru dan Siswa
Apabila hasil belajar siswa atau prestasi siswa sangat bagus, maka tanggapan seorang guru tersebut mampu untuk mendidik siswa-siswa tersebut dan akan bersemangat untuk memberikan pembelajaran atau materi pelajran selanjutnya begitupun dengan respon atau tanggapan siswa. Siswa akan merasa tergugah hatinya untuk lebih giat belajar lagi dan tidak sungkan-sungkan untuk  menerima pembelajaran selanjutnya.
1.    Tanggapan Guru
Guru-gurunya sudah mulai melihat perubahan-perubahan pada siswa-siswa di waktu proses belajar mengajar berlangsung, walaupun masih ada sebagian siswa-siswa yang sikap dan tingkah lakunya belum sepenuhnya berubah, dan semoga siswa-siswa tersebut dapat mempertahankan sikap dan tingkah lakunya yang dapat membawa mereka menjadi lebih baik lagi.
2.    Tanggapan Siswa
Tanggapan-tanggapan dari siswa-siswa yaitu : mereka merasakan perubahan dalam dirinya seperti dari sikap yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik dan sebelumnya malas dalam mengiikuti pelajaran menjadi rajin dalam mengikuti pelajaran serta merasa lebih bersemangat dalam belajar demi untuk meraih masa depan yang lebih baik.

BAB V
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Serangkaian pelaksanaan praktek pengalaman lapangan sejak observasi sampai dengan penulisan laporan, dapat ditarik kesimpulan yaiyu: Melalui praktek pengalaman lapangan ini penulis dapat membandingkan, penyesuaian dan penerapan teori yang penulis dapatkan di bangku perkuliahan dengan kenyataan yang ada di lapangan. Penulis juga memperoleh gambaran sebagai mana harus bersikap sebagai seorang guru, baik terhadap sesama guru, kepada atasan, terhadap pegawai dan terhadap siswa, hal ini perlu juga bagaimana mempersiapkan metode yang akan digunakan sebelum mengajar.
B.  Saran-Saran
Menyadari akan pentingnya arti praktek pengalaman lapangan bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, maka secara pribadi saya ingin menyarankan beberapa hal sebagai berikut:
1.    Mahasiswa yang akan melaksanakan PPL sebaiknya dapat meningkatkan hubungan baik dengan para guru, murid dan semua staf yang ada di sekolah tempat melaksanakan PPL.
2.    Bagi rekan-rekan yang melaksanakan praktek pengalaman lapangan agar betul-betul siap sebelum mengajar di kelas, siap mental dan menguasai materi yang akan diberikan serta mampu menangani serta mengatur kelas dengan baik.
3.    Cakap dalam memvariasikan metode dan model mengajar serta menguasai ketrampilan-ketrampilan dasar mengajar harus menjadi modal awal mahasiswa sebelum PPL.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Makasih Udah Kunjungi Blog Saya :)
"Smoga Postting ini Bermanfaat"